I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Bintang

Aku ingin bertanya kepada langit
Mengapa ia ciptakan malam
Aku ingin bertanya kepada awan
Mengapa ia ciptakan hujan

Aku ingin bertanya kepada hening
Mengapa kau ciptakan sepi
Aku ingin bertanya kepada Mu
Mengapa kau ciptakan aku

Mengapa kau bersinar terang
Dalam kerlipan malamku
Mengapa kau berwarna warni
Dalam pelangi senduku
Mengapa kau menyanyi merdu
Dalam alunan sunyiku
Mengapa kau adalah kau

Bintang kecil yang berkelap kelip
Kau menghias gelapku yang tiada tara
Mengapa kau tersenyum jauh disana
Kau..
Yang ingin ku raih namun tak sampai..
Bintangku..
Takdirku padamu adalah jarak ratusan tahun cahaya..
Akan kusimpan rapat2 cinta..
Pada rindu yang tak terkira..



Ciel, 17 Juli 2015

Rabu, 16 April 2014

Musim-Musim Cinta

Suatu hubungan mirip dengan taman. Bila taman itu diharapkan tumbuh subur, taman itu harus diairi secara teratur. Harus diberi perhatian khusus, dengan memperhitungkan musim-musim maupun cuaca yang tak dapat diramalkan. Benih-benih baru harus ditebarkan dan rumput-rumput dicabuti. Demikian juga untuk menjaga keajaiban cinta agar tetap hidup, kita harus memahami musim-musimnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususnya.

Musim Seminya Cinta
Jatuh cinta dapat diibaratkan musim semi. Kita merasa akan bahagia selamanya. Kita tak dapat membayangkan untuk tidak menyayangi pasangan kita. Ini merupakan saat polos. Cinta serasa abadi. Suatu saat ajaib, segala sesuatu tampak sempurna dan berhasil tanpa usaha. Pasangan kita tampaknya sempurna. Dengan amat gampang kita berdansa bersama dalam keselarasan dan riang gembira mengarungi nasib baik kita.

Musim Panasnya Cinta
Sepanjang musim panas cinta, kita menyadari bahwa pasangan kita tidak sesempurna yang kita duga, dan kita harus menjaga hubungan kita. Bukan saja pasangan kita berasal dari planet lain, tapi ia pun manusia yang bisa membuat kekeliruan dan dalam segi-segi tertentu mempunyai cacat.
Kekecewaan dan putus asa bermunculan; rumput-rumput harus dicabuti dan tanaman membutuhkan tambahan air di bawah teriknya matahari. Tidak lagi mudah memberi dan memperoleh cinta yang kita perlukan. Ternyata kita tidak senantiasa bahagia dan tak senantiasa merasa dicintai. Ini bukanlah gambaran kita tentang cinta.
Banyak pasangan menjadi kecewa pada tahap ini. Mereka tidak mau menjaga hubungan itu. Secara tidak realistis mereka mengharapkan hubungan itu berlangsung terus dalam musim semi. Mereka menyalahkan pasangannya dan menyerah kalah. Mereka tidak menyadari bahwa cinta tidak senantiasa mudah; terkadang cinta menuntut kerja keras di bawah terik matahari. Pada musim panasnya cinta, kita harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasangan kita maupun meminta dan mendapatkan cinta yang kita butuhkan, Itu tidak terjadi secara otomatis.

Musim Gugurnya Cinta
Setelah memelihara taman pada musim panas, kita harus menuai hasil kerja keras kita. Musim gugur telah tiba. Ini merupakan saat emas--kaya dan memuaskan. Kita mengalami cinta yang lebih matang, yang bisa menerima dan memahami cacat-cacat pasangan kita maupun cacat kita sendiri. Ini merupakan masa untuk berterima kasih dan saling berbagi rasa. Setelah bekerja keras selama musim panas, kita dapat beristirahat dan menikmati cinta yang kita ciptakan.

Musim Dinginnya Cinta
Ketika musim berubah lagi, muncullah musim dingin. Selama bulan-bulan musim dingin yang hampa dan beku, seluruh alam menarik diri. Ini merupakan saat untuk beristirahat, merenung, dan memperbarui. Ini saat-saat kita mengalami kepedihan atau bayangan diri kita sendiri yang belum terselesaikan. Ini saat katup kita lepas dan perasaan-perasaan pedih bermunculan. Ini merupakan saat tumbuh menyendiri. Kita perlu melihat lebih dalam ke diri sendiri, bukan ke pasangan-pasangan kita, untuk mencari cinta dan kepuasan. Ini merupakan saat penyembuhan. Saat pria masuk ke gua dan wanita tenggelam ke dasar sumur mereka.
Setelah mencintai dan menyembuhkan diri sendiri dalam kegelapan cinta musim dingin, musim semi akan kembali. Sekali lagi kita diberkati dengan harapan, cinta, dan melimpahnya berbagai kemungkinan. Berdasarkan kesembuhan batin dan pencarian jiwa selama perjalanan musim dingin kita, kita akan sanggup membuka hati dan merasakan musim seminya cinta.

Sumber: Men are from Mars, Women are from Venus by John Gray

Selasa, 20 Agustus 2013

Cinta Kadaluarsa

Saya harap cinta itu punya waktu kadaluarsa. Seperti matahari yang tak akan selalu mencipta siang, ada saatnya siang berganti dengan malam.
Terkadang ingin ku cari jawaban tentang cinta, tapi kepada siapa aku bertanya?
Aku tak mungkin bertanya pada langit yang mencintai segalanya: pada awan, bulan, bintang, pelangi, bahkan mendung dan badai.
Tentang misteri cinta, aku ingin bertanya kapan tanggal kadaluarsanya.

Atau sebenarnya cinta itu kata yang hidup. Yang tak akan mudah mati jika ia dirawat dan dipelihara.
Diberi makan, atau mungkin dibesarkan seperti anak sendiri.

Dan aku sangat berharap cinta itu bisa kadaluarsa. Bukan seperti air sungai yang ditunggu oleh lelautan. Atau seperti hujan yang ditunggu akar-akar pepohonan. Atau seperti pelangi yang ditunggu selepas badai datang. 

Terkadang berat rasanya jika harus seperti air sungai, seperti hujan, atau seperti pelangi.
Perasaan ditunggu dan diharapkan adalah semesta yang tersimpan dalam kilatan pemikiran, datang membebani.

Cinta harus memiliki kadaluarsa. Sehingga tak ada yang perlu ditunggu. Berhentilah menunggu!

20-08-2013

Kamis, 25 April 2013

Karena cinta tak pernah sama

Suka, cinta, sayang. Apa itu?
Kau bilang suka. Apa itu suka? Kau bilang cinta. Apa itu cinta? Kau bilang sayang. Apa itu sayang?
Rasa itu seperti warna. Atau mungkin bumbu. Bisa jadi semacam aroma kehidupan. Rasa itu mungkin hanya ilusi. Seperti rasa jeruk atau strawberry atau mungkin rasa cokelat.
Rasa itu hanya rasa. Rasa yang pada akhirnya akan berlalu juga. Pergi juga. Hilang ditelan angin oleh masa dan rasa lainnya.

Besok akan menjadi hari ini. Dan hari ini akan menjadi kemarin.
Nanti akan menjadi kini. Dan kini akan menjadi dulu.
"Sekarang aku menyukaimu" akan menjadi "Dulu aku menyukaimu.

Karena kita adalah manusia dalam dunia yang bergerak.
Pergerakan tidak akan membuat semua akan tetap sama.
Karena tak ada yang pernah sama di dunia ini.
Pada akhirnya semua akan berubah.
Seperti ulat lalu menjadi kepompong lantas kupu-kupu.
Setiap manusia selalu menginginkan tuk jadi lebih baik kan?
Kita semua tak akan pernah sama.
"Aku yang kini" akan menjadi "aku yang dulu".
"Cinta yang ini" siapa yang tahu akan menjadi apa nanti.
Karena cinta tak pernah sama.

Teruntuk seseorang yang pantang menyerah, penghargaanku atasmu yang menjaga "rasa itu" hingga kini. Tapi, tidak bisakah kau menyerah?

Kamis, 14 Februari 2013

Sakura dan Syaoran

Cinta adalah persahabatan. Ah ya, akhirnya ada yang menulis kalimat itu. Itulah yang selama ini saya kagumi dan saya sanjung dalam diorama cinta. Untuk itu Ciel akan membicarakan tentang dua sosok yang sangat Ciel sukai di anime. Sakura dan Syaoran.
Membicarakan mereka tentu tak akan terlepas dari 2 anime ciptaan CLAMP: Card Captor Sakura (CCS) dan Tsubasa Reservoir Chronicle (TRC). Bagi Ciel kecil ataupun Ciel yang sekarang kisah antara dua karakter itu begitu luar biasa.
Berawal dari masa kecil Ciel yang ketika itu kelas 3 SD dan melihat Kinomoto Sakura dan Li Syaoran beraksi di layar kaca bagi Ciel kecil sungguh memukau. Yah, ketika itu CCS masih tayang di TPI (sekarang MNC TV) dengan soundtrack berbahasa Indonesia dan berdubbing Indonesia. Memang sejak kecil, Ciel sangat tertarik dengan tema fantasi jadi tak ayal Ciel kecil suka sekali menonton aksi Sakura mengumpulkan Clow Card bersaing dengan saingannya yang jauh-jauh datang dari Hongkong, Li Syaoran. Anime ini sungguh menarik dan sangat sangat bagus (salah satu jajaran anime pertama yang Ciel labeli "keren" selain Detective Conan waktu itu) berdasarkan tayangan anime di usia Ciel waktu itu. Bisa disebut anime cewek namun ternyata banyak teman cowok Ciel yang juga suka. Termasuk kenangan ketika Ciel mendengar dentingan piano instrumental Platinum, opening CCS yang dimainkan teman saya di kelas di awal masuk perkuliahan. Itu menunjukkan anime ini tidak sekedar "anime cewek" atau shoujo (padahal bukan shoujo juga), karena bagi Ciel kalau ada cowok yang suka berarti ada poin lain di dalam anime ini.
Sungguh menarik melihat bagaimana karakter dan plot yang diusung CLAMP dalam mengemas CCS. Termasuk betapa hangatnya persahabatan antara Sakura dan Tomoyo, persaingan antara Sakura dan Syaoran dan juga "tunangannya", Mei Lin. Pertengkaran klasik antara kakak beradik Kinomoto, Sakura dan Touya. Karakter Touya, kakak Sakura yang diam-diam seakan tahu segalanya, lalu hubungan Touya dan Yukito, juga karakter fantasi seperti Kero, Yue, dan Clow sendiri. Belum lagi pada season selanjutnya banyak karakter-karakter misterius bermunculan seperti sosok Eriol yang konon disebut-sebut sebagai reinkarnasi dari Clow Reed, pencipta Clow Card. CCS memang bukan anime pertama bergenre fantasi yang Ciel tonton, namun bagi Ciel ini adalah anime magic pertama yang sangat bagus yang pernah Ciel lihat selama ini.
Mengingat usia Ciel saat itu, sekilas CCS tampak seperti halnya anime 'anak-anak' lain yang disuguhkan waktu itu, seperti Sailor Moon, Wedding Peach, atau Do re mi. Namun ada hal lain yang membuat Ciel menyukai anime ini dibandingkan lainnya. Ini seperti yang Ciel utarakan sebelumnya dengan analogi kenapa Ciel lebih menyukai cerita Peter Pan dibanding Cinderella, Snow White, Little Mermaid, ataupun Sleeping Beauty (liat artikel berjudul Finding Neverland). Yah, karena sama seperti itu, Wedding Peach dan Sailor Moon benar-benar bergenre remaja yang seakan memberitahukan kepada kita bahwa cinta itu sesuatu tentang bunga mawar, tentang cincin, tentang gaun pengantin dan la la la yang lain. Namun CLAMP dalam karyanya mengajarkan arti hubungan yang lebih dalam, lebih bermakna, dan lebih rumit sekaligus sederhana di balik semua itu. Sungguh mengajarkan Ciel arti seseorang. Ah, entahlah, Ciel tak bisa menggambarkannya. Mungkin sedikit cerita di scene anime bisa menjelaskannya.
Pertama kita bahas CCS saja dulu ya? ^_^
Kisahnya awalnya standard, pembaca mungkin bisa searching di google atau wikipedia. Ciel ingin langsung melompat ke bagian yang lebih ke arah perasaan. Gambaran singkatnya di anime ini banyak hubungan yang aneh, kita sebut saja dengan naksir. Misalnya Sakura dan Syaoran sama-sama menyukai (baca: naksir) Yukito. Dan juga hubungan dekat "persahabatan yang mencurigakan" antara Yukito dan Touya. Nah diluar semua itu Ciel akan mengajak membahas Sakura dan Syaoran saja. Sepakat ya?! :)
Cerita dimulai ketika Syaoran mulai merasa bingung dengan perasaannya tentang siapa yang sebenarnya ia sukai. Dia menyukai Yukito, namun ada rasa yang aneh tentang dirinya terhadap Sakura. Disini dengan mudah Syaoran menyadari bahwa yang dia sukai sebenarnya adalah Sakura. Kisah menjadi menarik ketika melihat adegan betapa canggungnya Syaoran setiap bertemu Sakura. Dan sangat lucu ketika melihat usaha Syaoran mengungkapkan perasaannya kepada Sakura. (Komentar saya: bagi Ciel kecil menonton adegan ini begitu menarik. Ciel jadi tahu bahwa mengungkapkan perasaan itu merupakan hal yang sangat tidak mudah). Yah, di titik ini CCS agaknya lebih pantas kita sebut anime remaja ya? :)
Pada akhirnya Syaoran pun berhasil mengatakan perasaannya kepada Sakura (tapi ini sudah lamaaaa setelah berkali-kali usaha Syaoran menyatakan perasaannya, dan udah mau mencapai ending anime). Itu membuat hubungan antara dua tokoh ini tak lagi 'sama'. Yang ada justru suasana dingin dan canggung. Tak lagi hangat seperti sebelum Sakura mengetahui perasaan Syaoran yang sebenarnya. Dan tibalah di penghujung anime ketika cerita justru menanyakan bagaimana perasaan sebenarnya Sakura. Sebenarnya Sakura pun bingung. Namun akhirnya dia membandingkan perasaannya ketika temannya Eriol pergi ke London dan perasaannya ketika tahu Syaoran akan kembali ke Hongkong. Sakura menyadari bahwa dia sedih ketika Eriol pergi, namun berbeda ketika dia tahu Syaoran yang akan pergi, kali ini dia bukan hanya sedih, namun Sakura juga merasa kehilangan. Disinilah akhirnya Sakura tahu bahwa sebenarnya orang yang dia sukai adalah Syaoran. Ending CCS memang sedikit berbeda antara anime dan manga. Di anime endingnya bersetting di bandara ketika Sakura mengejar Syaoran dan menyatakan perasaannya. (Ini mirip dengan ending A2DC, bener deh ^^v *salam peace dari saya*). Tapi jujur Ciel lebih suka ending manganya. Dan Ciel membaca ending manga beberapa tahun setelah animenya usai tayang di TV (udah pindah channel di RCTI). Di manga Sakura mengejar Syaoran diantar sama Touya, tapi settingnya nggak di bandara tapi waktu Syaoran naik bis (mau ke bandara mungkin). Kenapa lebih suka yang ini? Pertama, karena Touya yang notabene 'benci' sama Syaoran nganterin Sakura, menandakan bahwa Touya sudah 'merestui' hubungan adiknya dengan Syaoran. Kedua, ternyata di manga endingnya nggak sampai segini aja. Beberapa tahun kemudian Syaoran kembali ke Jepang dan bertemu Sakura yang sudah tumbuh menjadi remaja. Ah, disini kita bisa tahu seperti apa rasanya melihat 'pasangan serasi' itu. Speechless. Kakkoiii lagi-lagi buat CLAMP.
yukito, touya, syaoran, sakura, dan tomoyo

Sakura dengan kostumnya, si Penangkap Kartu
chara di CCS, full group
Li Syaoran dan Kinomoto Sakura

Nah, ternyata tidak berhenti di anime anak-anak. Namun CLAMP menyuguhkan sekuel CCS, dengan cerita yang jauh berbeda: Tsubasa Reservoir Chronicle. Bila di CCS Syaoran menjadi sosok tuan muda yang datang dari Hongkong dan Sakura menjadi gadis Jepang yang periang, cerita di TRC lebih kelam namun lebih dalam. Settingnya benar-benar berbeda, ceritanya  benar-benar berbeda, namun masih dengan karakter dan chemistry yang sama. Jika CCS lebih menceritakan 'kehidupan normal' manusia, TRC lebih banyak fantasinya. Ini tentang perjalanan melintasi ruang dan waktu dengan tokoh utama tetap Sakura hime (Puteri Sakura)--yang kali ini menjadi seorang puteri dari kerajaan Clow, suatu negeri di padang pasir-- dan Syaoran, seorang arkeolog pendatang yang datang bersama ayahnya ke negeri Clow untuk meneliti reruntuhan yang penuh dengan misteri. Bisa dikatakan dua tokoh tersebut tumbuh seiring Ciel tumbuh. Di CCS sebagai anak-anak dan di TRC sebagai remaja.
TRC menceritakan tentang Sakura hime dan Syaoran yang merupakan sahabat sejak kecil. Dengan latar belakang yang berbeda dan sifat yang berbeda mereka tumbuh bersama dalam hubungan yang begitu dalam namun tetap berjarak (karena perbedaan status), namun jarak itu seakan tidak ada karena Sang Puteri selalu menampilkan perasaan tulusnya kepada Syaoran. Mereka saling memahami bahwa ikatan diantara mereka begitu berharga satu sama lain. Namun CLAMP menggambarkannya dalam fragmen-fragmen scene dialog ataupun peristiwa sehingga pembaca bebas menginterpretasikan sendiri sedalam apa hubungan mereka. Sejujurnya Ciel kehabisan kata dalam menggambarkan bagaimana ikatan mereka. Sederhana. Namun sekaligus rumit. Disini Ciel memahami tentang arti seseorang, arti sebuah ikatan, dan arti perasaan yang melibatkan hati. Ah, mungkin disinilah pertama kali Ciel menemukan makna tentang cinta platonik yang selalu Ciel bicarakan. Bahwa cinta adalah persahabatan. Dan persahabatan adalah cinta. Karena bagi seluruh dunia mungkin kau hanya seseorang, namun bagi seseorang kau mungkin adalah seluruh dunia. Untuk lebih jelasnya sebaiknya kalian menonton anime atau membaca manganya (versi anime dan manganya sedikit berbeda). RECOMMENDED for you all, minna san ^_^
Yah sekian dulu dari saya. Padahal Ciel belum cerita semua yang Ciel pikirkan tentang TRC. Sayang sekali, Ciel sedang berkejaran dengan waktu sehingga tidak bisa menulis banyak-banyak. Yang jelas bagi Ciel, dua karakter ini mendapat ruang sendiri di dunia Ciel. Mata ashita! ^_<
Syaoran dan Sakura di TRC, finding feather
dua orang yang ditakdirkan bersama
Syaoran dan Sakura-hime
Persahabatan yang dirajut sejak kecil
Cinta Platonik

Sabtu, 09 Februari 2013

Menikah Dulu Rumah Tangga Kemudian

Tulisan ini berdasarkan curhatan seorang teman.

Apa ada yang salah jika menikah dulu, terus berumah tangga nya nanti-nanti? Hm.. sebenarnya tergantung pemahaman dan kesediaan seseorang yang mengalami hal ini. Namun hal semacam ini sebenarnya menjadi "kebiasaan" bangsa Arab dulu. Sebagaimana kisah Rasulullah dan Aisyah yang dinikahinya di usia--salah satu riwayat menyebutkan--sembilan tahun. Ini menjadi hujjah diperbolehkannya "nikah muda". Namun, bukan berarti lantas menjadi "pedofil" seperti yang dihujat kaum antimuhammad. Rasulullah tidak pernah berkumpul dengan Aisyah hingga dia mencapai akil baligh. Dan ini adalah hal yang 'biasa' pada waktu itu di tanah Arab. Hal yang sama juga berlaku pada Sayyidina Umar bin Khattab yang menikah dengan Ummi Kultsum binti Ali bin Abi Thalib yang--salah satu riwayat menyebutkan--berumur masih 12 tahun. Beliau pun memutuskan menikah dahulu, namun rumah tangganya nanti-nanti.
Ini bukan tentang nikah dini, juga bukan tentang menunda kebersamaan, namun lebih ke arah mempersiapkan diri dalam berumah tangga.
Kasus yang sama saya dapatkan ketika ada wacana "Menikah tapi LDR". Kasusnya bisa dilihat hampir sama dalam sudut pandang, "sama-sama tidak berkumpul". Apalagi dalam kasus menikah dalam usia yang masih muda, masih ada urusan (mungkin masih studi), dan masih belum siap berumah tangga. Bukankah 'menikah tapi LDR' ini menjadi salah satu kesempatan untuk mempersiapkan diri belajar bagaimana menjadi seorang pengelola rumah tangga yang baik ketika berada jauh dari dia. Dan ketika sang lelaki bekerja sedang sang isteri belajar berbenah bagaimana berumah tangga yang baik, ini mengingatkan saya tentang makna pacaran dalam arti yang sebenarnya.
Teringat suatu talkshow yang diisi Ustadz SAF yang berjudul "Tuhan, Ijinkan Aku Pacaran". Disana dibahas tentang arti terminologi tentang pacaran. Bahwa pacaran berasal dari kata pacar. Pacar sendiri merupakan nama dari sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah tumbuh lagi jika ditanam. Tanaman pacar ini biasa digunakan untuk mewarnai kuku supaya tampak indah. Alkisah di daerah Sumatera sana jika seorang laki menyukai (menaksir) seorang wanita maka ia akan bersenandung (bersyair, sebagai kebiasaan orang Melayu) di depan rumah sang wanita. Dan jika pada akhirnya sang wanita juga suka maka lamaran pun akan segera dilangsungkan. Lalu sang wanita akan dipacari (kukunya diwarnai), dan selama itu sang wanita dipingit, dilarang bertemu dengan sang lelaki. Warna di kuku itu menjadi waktu mempersiapkan diri bagi sang wanita untuk belajar bagaimana berumah tangga. Selama warna itu belum memudar, sang wanita akan belajar bagaimana cara memasak, bersih-bersih, mendapatkan berbagai wejangan sebagai bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga oleh para sesepuh. Dan setelah itu barulah pernikahan dilangsungkan. Jadi kalau memang berniat pacaran seperti ini saya kira boleh-boleh saja. Karena pacaran yang seperti ini benar-benar paham akan konsekuensi setelahnya, pacaran yang tidak berdua-duaan, tetapi justru suatu bentuk lamaran yang disampaikan langsung kepada keluarga sang calon mempelai. Duh, indahnya yang namanya pacaran (ta'aruf), sayang kata ini disalahartikan.
Ah, kembali ke menikah tapi LDR. Yah, bagi yang benar-benar sudah kepingin, silahkan saja. Tapi ingat jika memang belum siap jangan dipaksakan, ukhti sayang. Memang menikah adalah salah satu bentuk penjagaan diri, selain menunaikan sunnah Nabi. Tapi rela gak sih jauh-jauh sama si dia? Hahaha, meski memang sebenarnya belum siap berumah tangga. Hehe.
Yah, ini sedikit curcolan saya. Yang penting teruslah berbenah. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua. Mata ashita, minna san. Semoga tulisan yang curcol abiz ini bisa memberi sedikit manfaat. ^_^

Kamis, 07 Februari 2013

Rindu (Atas Nama Cinta)


Dan aku berterima kasih atas nama cinta.
Yang mengajarkanku arti sebuah kepasrahan.
Seperti awan yang terkikis angin.
Tulus berubah mengikuti waktu.
Berubah tak tentu.

Dan aku berterima kasih atas nama cinta.
Yang mengajarkanku arti sebuah kasih sayang.
Seperti matahari yang memberikan cahayanya.
Bersinar membakar diri demi jutaan kehidupan di alam raya.
Memberi dan memberi tanpa mengharap balasan.

Dan aku berterima kasih atas nama cinta.
Yang mengajarkanku arti sebuah kelembutan.
Seperti melodi yang mengalun merdu.
Melodi yang tak memiliki nada.
Melodi yang diam tak bersuara.
Yang hanya bisa didengar oleh hati-hati yang tak mampu bersua.

Dan aku berterima kasih atas nama cinta.
Yang mengajarkanku arti sebuah jarak.
Seperti langit dan bumi yang senantiasa merindu.

Selasa, 13 November 2012

Perasaan dan Laki-laki (1)

Tentang perasaan..
Ciel tak pernah paham mengapa lelaki begitu istimewa.. Seistimewa ayah bagiku..

Tidak, bukan seperti itu. Bagiku makhluk itu begitu 'asing'.. Tentu tidak bisa kusamakan dengan ayah..
Pengalaman di masa kecil dengan makhluk bernama 'lelaki' tidak pernah berujung baik, haha. Aku ingat ketika pernah melempar batu dan secara tak sengaja menimpa kepala anak laki-laki yang tak sengaja lewat. Aku masih ingat wajahnya ketika itu--ketika dia masih kecil--yang tentu mungkin aku tak akan kenal lagi kalau bertemu dia sekarang. Anak berkacamata yang marah itu, yang membuatku pucat pasi dan menghindarinya dan berujung rusuh karena aku harus menghadapi guruku untuk diceramahi. Atau tentang anak tetangga yang begitu jahatnya mematahkan pohon yang aku tanam sendiri ketika dulu aku masih kecil, yang begitu aku sayangi aku siram dan pandangi setiap hari. Lantas setelah itu tanpa pikir panjang aku balik masuk ke pekarangan rumahnya dan mencabuti bunga-bunga di halaman yang terbentang itu. Walhasil sesosok ibu keluar dari rumah itu dan marah-marah menyumpahiku. Sungguh nakalnya diriku dulu. Yah, itulah pekerjaan gadis kecil yang bahkan baru bisa mengeja alfabet. Aku masih TK waktu itu.
Masa SD pun tak ada bedanya. Bagiku lelaki tetap makhluk asing. Entah mengapa aku senang dengan apa yang mereka lakukan, namun aku tak bisa melakukannya. Aku iri ketika mereka bermain bola namun aku hanya bisa melintas saja di dekat lapangan sepak bola. Atau ketika mereka tengah asyik membicarakan film Power Rangers atau Ultraman, aku hanya bisa menguping, mengiyakan cerita mereka dalam hati, atau terkadang memprotes jika mereka terlalu mengada-ada, juga ingin sekali rasanya menjawab apa yang mereka tidak tahu namun aku tahu. Tapi itu hanya angan-angan, aku tak pernah bisa memasuki 'lingkaran kehidupan mereka'. Lagi-lagi hanya menguping dan mengiyakan pembicaraan mereka dalam hati.
Aku begitu ingin berteriak "Kau payah!" ketika melihat ada lelaki yang tidak suka dengan mata pelajaran olahraga, terlebih sepak bola. Mungkin itu terbawa hingga kini. Aku merasa sedikit memandang rendah lelaki yang tidak suka bermain sepak bola atau bahkan sekedar membahas bola itu sendiri. Dan aku heran, ternyata orang seperti itu benar-benar ada.
Kembali tentang perasaan, ketika itu usiaku 11 tahun dan aku masih tak mengerti masalah perasaan antara laki-laki dan wanita. Mereka bilang ada yang menyukaiku. Dan mudah sekali aku mengabaikannya. Bagiku selama tidak ada bukti yang nyata, yaitu si pelaku tidak bilang sendiri, maka bagiku segala rumor apapun tentang itu adalah tidak benar. 
Lalu masa-masa selanjutnya cukup seru. Ketika bagiku makhluk itu tetap teramat asing. Aku harus menerima  menjadi salah satu korban pembulian teman-teman yang mengolok-olokku dengan seorang teman laki-laki yang cukup membuatku malu, pipi bersemu merah atas perasaan yang sebenarnya tidak pernah ada. Malu itu lebih karena takut membuat teman yang itu ikutan malu atas perbuatan tidak bertanggung jawab teman-teman. Ketika itu usiaku 14 dan aku masih belum mengenal cinta kecuali dari cerita cinta atau film roman saja.
Selanjutnya bahkan aku semakin dingin dan menjaga jarak dengan makhluk bernama laki-laki. Namun tabiat baruku dimulai. Aku memang tak pernah bisa mendekati 'sosok' itu secara fisik, namun berbeda setelah aku mengenal dunia yang akan mendekatkan kita walau jarak berkilometer membentang, yaitu melalui nirkabel. Yah, selular. Aku mengenal banyak sosok laki-laki, dan ada beberapa yang bahkan menjadi teman baikku hingga saat ini. Disitulah aku menyadari bahwa hubunganku dengan 'makhluk asing' itu akan berjalan baik selama kita tidak bertemu fisik.
Lamat-lamat tak hanya selular, namun juga cyber. Yah, sejak SMA kelas 1 saya telah kecanduan internet. Mungkin itu disebabkan kemampuan verbal saya tak begitu bagus. Aku sangat buruk dalam berkomunikasi langsung dengan seseorang. Namun melalui chatting, YM, email, dan friendster kala itu hubunganku dengan makhluk bernama lelaki itu berjalan cukup baik. Dan disini aku menemukan bahwa banyak hal yang membuatku lebih klop berteman dengan laki-laki daripada perempuan.
Hingga facebook datang dan mengubah semuanya. Mengubah zona eksistensiku yang begitu hidup di dunia maya namun cukup rapuh di dunia nyata. Ketika itu bahkan saya sempat mendeklarasikan 'pacar pertama saya' yang tentu saja tidak beneran di jejaring sosial paling laris itu.
Awal 17, aku masih bertahan dengan menganggap mereka 'asing'. Namun ada beberapa orang yang membuatku berpikir bahwa mereka cukup mampu membuatku nyaman, sehingga mudah bagiku untuk membuka pintu relationship yang luas untuk mereka. Aku tak perlu menyebutkan nama mereka, yang jelas mereka baik, bahkan terkadang sangat lucu. Manusia itu begitu gokil, cerah dan meriah yang membuatku begitu menikmati diriku yang sebenarnya.
Hingga aku mengenal tentang pertemanan yang lebih serius. Menciptakan role play. Berpura-pura menjadi kakak, adik, ibu, atau bahkan berpura-pura menjadi kekasih, haha.. Dan disitu aku mengenal tentang perasaan.. Menjaga perasaan, saling menghargai, saling menghormati, dan saling mendukung..
Umurku hampir 19 tahun, dan baru kali itu aku mengenal apa itu cinta. Jika kau bertanya bagaimana rasanya jatuh cinta, kubilang aku tidak tahu. Karena bukan aku, tapi seseorang. Itu pengalaman pertama bagiku ketika ada 'makhluk asing' yang mengatakan bahwa dia-suka-pada-ku. Oh mean! Kalian tahu aku memikirkannya sepanjang tahun. Hanya untuk menyesali diri, kenapa itu bisa terjadi. Dan memang tidak berhenti sampai disitu. 'Si tangguh' itu belum menyerah ketika aku bilang bahwa 'aku tidak menyukainya', bukan berarti aku benci ya?! Maksudku aku tak menyukainya seperti dia menyukaiku. Manusia itu berharap lebih, namun aku terus menghindar. Tapi aku berterima kasih padanya, semenjak itu aku mulai belajar tentang perasaan.. tentang cinta.. melalui cerita roman, perasaan seseorang, atau dari lirik lagu.. Dan lebih-lebih aku sedang mempelajari perasaan makhluk keturunan Adam itu.. melalui referensi apa saja!
Yah kini usiaku 20 tahun dan aku telah mengenal perasaan bernama 'cinta' itu. Dan laki-laki.. mereka tidak seasing dulu..

~sekian~

Rabu, 07 November 2012

Yang (ingin) Terlupakan


aku mengenalmu untuk belajar membencimu..
aku mengenalmu untuk belajar melupakanmu..
aku mengenalmu untuk belajar menghapusmu..

seperti awan dan langit yang tak mungkin terpisahkan..
namun kau berubah dengan cepatnya..
terkadang kau seindah hamparan salju namun hangat sehangat mentari pagi..
atau seperti awan mendung yang begitu dingin namun menyimpan perasaan terpendam yang begitu sulit kau ungkapkan..
atau seperti hapusan mega yang tampak berkelebat namun menarik siapapun untuk mengagumimu..
atau seperti awan di langit malam yang berusaha bersembunyi dari ramainya dunia..

namun pada akhirnya kau akan pergi juga..
terbawa angin, berubah bentuk, dan menguap menjadi buliran air..
meski aku terlanjur memujamu,
meski aku terlanjur mengagumimu,
meski aku terlanjur mencintaimu..

dan kau pun berubah menjadi embun pagi yang nun jauh disana..
menjadi sesuatu yang sulit kujangkau..
lantas perlahan mengering dan memudar..

Senin, 24 September 2012

Sang Pemindai Langit

Duhai Sang Pemindai Langit, apa benar kau telah menerima pesan dariku? Dan hanya ini yang bisa kusampaikan, lautan perasaan yang tak mampu tertuangkan dalam kata. Dan jika kau benar Sang Pemindai Langit, tentu saja kaulah orangnya, maka pesan ini memang untukmu. Hanya untukmu.

Aku tak pernah tahu sejak kapan pita kuning ini ada. Warna yang menghangatkan. Sehangat senyuman matahari pagi. Dan aku tak pernah tahu sejak kapan langit kita terhubung. Sehingga seluruh dimensi luluh lantak. Hilang. Musnah. Sehingga yang ada hanya langit kita. Langit yang selalu berwarna. Bukan kelabu atau merah. Tapi Biru. Biru yang jernih.

Duhai Sang Pemindai Langit, apa benar itu kau? Dan jika iya, dan tentu saja memang kau, maka hanya kau. Hanya kau yang mampu masuk tanpa mengetuk. Hanya kau yang mampu membuatnya terbang tanpa melayang. Dan hanya kau yang mampu membuatnya nyaman tanpa sentuhan. Apa kau tahu apa yang membuat semua ini bertahan? Karena satu hal, duhai Sang Pemindai Langit. Karena aku percaya pada Harapan.

(Ciel, 20.09.2012 / 12.19)
.:hanya Aku dan Kau:.

Jumat, 24 Agustus 2012

Seperti Manusia

menjelang terbenam..
semerah saat terbit, begitu indahnya matahari..
sebenarnya langit tidak seindah ini kan?
ini semua hanya kamuflase..
langit itu pekat dan kelam..

seperti manusia,
jika tidak tersentuh oleh cinta dan persahabatan,
manusia hanyalah makhluk yang penuh kegelapan..
meski jika cinta dan persahabatan hanya ilusi,
itu membuat hidup manusia lebih indah bukan?

Jarak

Ternyata benar...
yang tampak dari langit hanyalah masa lalu...

Matahari yang kau lihat,

adalah matahari dari 8 menit yang lalu...

Dan bintang-bintang yang kulihat,
adalah bintang dari masa ratusan tahun yang lalu...

Mintaka, Alnilam, Alnitak...

Sabuk Orion itu...
Ketika kita melihatnya saat ini sebenarnya kita sedang melihat 3 bintang dari 3 masa yang berbeda...
Mintaka yang kita lihat adalah Mintaka 900 tahun cahaya yang lalu...
Alnilam yang kita lihat adalah Alnilam 1.359 tahun cahaya yang lalu...
dan Alnitak yang kita lihat adalah Alnitak dari 800 tahun cahaya yang lalu...
cahaya yang melewati hitam pekatnya dimensi hampa udara menembus lensa di mata kita...
dalam retina yang seolah mereka hanyalah bintik cahaya yang tak jauh berbeda,
kini...

Padahal seakan-akan langit selalu menjanjikan harapan,

ketika kita menatap ke arahnya..
Padahal yang kita lakukan selama ini hanyalah menengok masa lalu...
Mereka yang sejatinya tak pernah pergi namun melekat erat dalam kehidupan manusia...

Lantas jika aku katakan aku adalah langit,

maka aku hanyalah makhluk dari masa lalu yang tak jelas masa depannya...
Apa yang kita lihat hanya ilusi tentang langit...
Ilusi tentang masa depan yang selalu menunjukkan warna yang berbeda...
Dia hanya menipu kita dengan menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya...

Sama seperti ketika aku melihat Altair, Vega, dan Deneb...

Altair yang berasal dari 17 tahun cahaya yang lalu...
Vega yang berasal dari 26 tahun cahaya yang lalu...
dan Deneb yang dikirim dari 1500 tahun cahaya yang lalu...

Segitiga musim panas itu...

mereka lahir dari zaman yang berbeda...
karena itu kisah persahabatan summer triangle hanyalah ilusi...
Sekali lagi, langit menipumu dengan harapan-harapan palsu...

Mungkin hanya aku yang sebenarnya tidak bisa memahami perasaan langit...

Mungkin memang persahabatan kami hanyalah ilusi...
sebagaimana perasaanku yang sebenarnya tak pernah mencapainya...
sehingga ada ruang kosong diantara aku dan dirinya...
sesuatu yang kusebut 'jarak'...

Selasa, 17 Juli 2012

Cinta Platonik

Cinta Platonik...

"Cinta platonik itu unik, jenis cinta ini tidak seperti kisah percintaan telenovela atau film-film drama Bolliwood, cinta platonik adalah cinta yang disimpan dalam hati lalu dilem rekat-rekat, cinta rahasia yang tidak perlu dimanifestasikan seperti cara film drama memanifestasikannya. Raditya Dika bilang ini namanya ‘cinta diam-diam’, Atikah sering menamainya sebagai ‘love in silent postulate”, sebagian lagi menyebutnya sebagai ‘cinta pra-nikah’ dan para pencari Tuhan menyebutnya sebagai ‘cinta Fatimah’."
Banyak sekali manusia di luar sana yang sedang sibuk menggalaukan diri atas nama 'cinta' membuat saya tergelitik untuk memasang tema Cinta di bulan Juli. Hah? kenapa harus membahasnya sekarang? Tak ada alasan khusus sebenarnya. Mungkin ini saat yang tepat untuk menjemput akhir usia 19 tahunku yang bulan depan akan lewat. Hikz, sepertinya saya mulai memahami kalau saya sudah beranjak 'menua'. Namun belum 'mature' juga, hehehe.

Hm... kenapa juga harus memilih bulan Juli. Kalau boleh mengarang alasan, mungkin karena nama bulan Juli mengingatkan saya pada seseorang yang memiliki cinta romantis yang posesif, Sang Caius Julius Caesar dimana penamaan bulan lahirnya (Juli), berbarengan dengan tahun kematiannya. Sedikit membahas bulan Juli, nama bulan Juli sebenarnya adalah Quintilis yang bermakna 5, dihitung jika bulan Maret menjadi bulan pertama dalam tiap tahunnya. Sedangkan yang memberi nama Julius dalam bulan itu sendiri adalah seorang jenderal yang pada akhirnya juga menjalin cinta dengan kekasih rajanya, Cleopatra, pasca sang Caesar terbunuh: Marc Anthony. 
Sudah, sudah, sekarang selesai sudah bicara tentang sejarah. Kata orang: "Lupakan masa lalumu. Tunjukkan masa depanmu!", hehehe xD

Tentang cinta...
Sudah tak ada alasan bagi Ciel lagi untuk menghindari pembahasan mengenai hal ini. Hm... hitung-hitung persiapan menjemput 'hari H' jika suatu hari bertemu dengan sosok bernama amore itu. hehe...

Sebenarnya konsep cinta platonik sudah kukenal dan kuamini sejak dulu dulu kala. Meski dengan sedikit adanya kesepakatan bukan berarti saya menjadi golongan kaum Platonian.

Okey, mungkin masih ada yang kurang begitu familiar tentang cinta platonik. Saya akan mencoba menjelaskannya sebentar. 

Bagi saya inilah cinta. Cinta yang begitu sering kuucapkan hingga kini, itulah bagian dari konsep Cinta Platonik. Mungkin saya setuju dengan konsep cinta para Platonian bahwa cinta itu adalah saling menghormati dan saling menjaga. Seperti sajak puisi dari Kahlil Gibran bahwa "Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki. Karena cinta telah cukup bagi cinta". Platonian mungkin tidak mengenal cinta posesif meskipun cinta semacam itu sejatinya telah bersemayam di hati manusia, hanya saja kadarnya yang berbeda-beda. Tentu saja, setiap dari kita selalu memiliki keinginan untuk bersama dengan yang kita cintai.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Platonik berarti sepenuhnya spiritual, bebas dari nafsu birahi cinta. Itu berarti cinta platonik adalah cinta tanpa ada unsur seksual, konsep cinta yang sangat jauh dari kata posesif. Ada yang mengatakan cinta ini adalah cinta yang hanya dapat dirasakan oleh hati. Cinta yang sulit diucapkan, namun mampu menelurkan kata-kata indah melalui goresan-goresan pena. Mungkin para sastrawan menyairkan puisi cinta mereka melalui perjumpaan mereka dengan cinta platonik.

Berbicara tentang cinta, bukan saja berarti hubungan antara pria dan wanita. Bisa jadi cinta adalah hubungan kasih antara ibu dan anak, antar saudara, antar teman, atau antara Pencipta dan makhluk-Nya. Dalam konsep cinta platonik, cinta berarti perasaan yang sangat dalam tanpa ada keinginan untuk memiliki, inilah yang dinamakan cinta tanpa pamrih, namun bukan berarti cinta yang mengorbankan diri sendiri. Cinta platonik yang mungkin tidak membutuhkan kata, karena bukan mulut, melainkan hatilah yang berbicara.

Mungkin saya pernah menjumpai perasaan semacam ini. Yaitu cinta yang tak terperi, cinta yang tidak bisa diungkapkan, cinta yang tak membutuhkan perjumpaan, karena cukup dengan pertautan jiwa. Yah, lagi-lagi saya mau mengutip kata Gibran, "Cinta berasal dari kecocokan jiwa". Cinta semacam ini kutemukan dalam persahabatan. Cinta semacam ini lebih kekal dibandingkan sekedar cinta yang dipenuhi cumbu rayu seperti remaja-remaja kebanyakan. Karena cinta platonik yang kuamini berarti begitu dalam. Mungkin benar, cinta semacam inilah yang mempertemukan Ali dan Fathimah. Cinta semacam inilah yang membuat Khadijah jatuh cinta tidak hanya sekali kepada Rasulullah, melainkan jatuh cinta untuk kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya pada orang yang sama. Cinta platonik adalah cinta yang tumbuh dan mekar sepanjang masa. Bukan cinta yang cepat tumbuh dan mekar dimana-mana namun cepat layu dan kemudian mati.

Mengapa ada yang menyebut cinta platonik sebagai 'cinta pra-nikah'? (padahal ndak juga). Saya akan mencoba menjawab. Mungkin karena cinta ini terbingkai dalam bentuk penghormatan dan penjagaan. Saya sering mendengarnya, sering menjumpainya di sekitar saya. Jika kalian sering bertemu dengan manusia yang sering menyebut dirinya 'ikhwan' dan 'akhwat', konsep cinta platonik kurang lebih sama dengan konsep cinta yang mereka anut. Mungkin karena itu ada yang menyebutnya sebagai 'cinta dalam diam'. Mencintai dari kejauhan, dalam kesederhanaan, dalam keikhlasan. Karena cinta platonik adalah cinta yang mengalir lembut, cinta yang menyerahkan segalanya kepada takdir. Mungkin mereka para penganut hal semacam ini lebih percaya dengan jargon 'semua akan indah pada waktunya'.

“Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.” 

― Salim A. Fillah

Cinta Platonik telah terukir sepanjang sejarah. Seperti cinta dalam hati antara Ali dan Fathimah, seperti Salman Al Farisi dan Abu Darda dengan cinta tak harus memiliki, seperti cinta ibu kepada anak yang telah digaungkan sepanjang masa.

Yah, begitulah cinta. Begitu sederhana sekaligus begitu rumit. Terserah seperti apa kalian memilihnya.

Karena yang saya pahami cinta platonik akan menjadi cinta yang indah jika dijalani dengan ikatan yang semestinya.

“Bahwa cinta adalah persoalan berusaha untuk mncintai. Bahwa cinta bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau janggut rapi. Bahwa sebagaimana cinta kepada Allah yang tak serta merta mengisi hati kita. Karena cinta memang harus diupayakan. Karena cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja jiwa dan raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yang ku-maksud agar kau temukan cinta yang kau-maksudkan. Karena cinta adalah kata kerja. Cinta-mata airnya adalah niat baik dari hati yang tulus. Alirannya adalah kerja yang terus menerus.”

― Salim A. Fillah 
Untuk sahabatku, saudariku, cintaku, matahariku, kamu, kamu, dan kamu. Salam cinta dariku. Loving you as always. ♥♥♥

Dalam cinta terdapat mimpi dan harapan
Dengan cinta akan terhimpun kekuatan untuk mencapai tujuan
.:Cinta Platonik: Carl & Ellie:.

Mengenal Cinta

Kata orang cinta tidak mengenal masa, pun juga tak mengenal rasa. Manusia bilang cinta itu undefinitive, pun juga mereka berkata cinta itu infinitive.


Sedari dulu ku mengenal kata cinta, tapi untuk memahaminya perlu sesuatu yang lebih dari kata.


Begitu agungnya kata cinta hingga hujan mampu turun menghapus kemarau dan bunga pun mampu bersemi di musim yang parau.


Yah, karena cinta aku masih bisa bernafas hingga kini. Cinta yang kukenal adalah cinta yang lembut, yang mampu membuat tenteram dari rasa kalut.


Aku mengenalnya dari kamu, kamu, dan kamu. Kamu yang menyebabkan aku ada, kamu yang menjagaku hingga dewasa, dan kamu sang matahariku.


Dulu, aku tak percaya pada kenyataan, lantas kucipta khayalan untuk menumbuhkan harapan. Yah, aku melukis dunia yang sempurna dibalik kelopak mataku. Menggoreskan warna-warni indah dalam dunia yang tak mampu disentuh oleh orang lain. Aku mencari sendiri, tertawa sendiri, menangis sendiri. Sendiri dan sendiri.


Hingga pada akhirnya aku menyadari bahwa cinta itu berserakan di sekitarku. Bagai anak anjing yang memohon untuk dipungut dan dipelihara. Itulah awal aku memahami cinta. Cinta platonik.

.:mencintai(M)u harus menjadi aku:.

Senin, 07 Mei 2012

I don't wanna say if I hate you, please just stop


Sudah setahun...
Dan kenapa...
Kenapa dia masih seperti ini?

Kumohon hentikan...
Kumohon hentikanlah...

Aku tidak pernah menyukaimu...
Jika kau masih salah paham, kutegaskan aku tidak pernah ada rasa padamu...

Lantas mengapa kau lakukan ini semua...
Berapa kali kau menyakiti perasaanku...
Apa kau tidak sadar, hah?

Kumohon...
Aku tidak ingin menyakitimu...
Hentikanlah...
Kenapa kau tak mendengar kata-kataku, permintaanku...

Hentikan, kumohon...
Kau membuatku merasa bersalah...
Apa sebenarnya yang membuatmu menyukaiku?
Tak ada yang spesial...
Jadi kumohon padamu, jika memang ingin berteman aku bisa menjadi teman yang baik...
Tapi bukan seperti ini...
Berhentilah menggodaku, berhentilah merayuku, dan kumohon berhentilah...
Jika kau memang tidak bisa mengendalikan perasaanmu, kendalikan sikapmu...
Kuminta padamu jangan pernah menghubungiku...

Minggu, 22 April 2012

Kimi ni Shiranai Monogatari - Supercell (Indonesia Translation)


itsumodoori no aruhi no koto
kimi wa totsuzen tachiagari itta
“konya hoshi o mi ni yukou”

— Seperti selalu, di hari biasa itu
— Kau tiba-tiba menantang dan berkata,
— “Ayo pergi melihat bintang malam ini!”
“tamani wa ii koto iunda ne”
nante minna shite itte waratta
akarimonai michi o
bakamitai ni hashaide aruita
kakaekonda kodoku ya fuan ni
oshitsubusarenaiyouni

— “Kau kadang-kadang punya ide bagus, heh?”
— Semua orang berkata dan tertawa.
— Kita bergurau dan berjalan
— di  jalan kecil yang gelap, Seperti orang tolol
— Selama tak dihancurkan
— Oleh kesepian dan kegelisahan
makkurana sekai kara miageta
yozora wa hoshi ga furu youde

— Menatap keatas dari puncak dunia gelap
— Langit malam terlihat seperti hujan bintang
itsu kara darou kimi no koto o
oikakeru watashi ga ita
douka onegai
odorokanaide kiiteyo
watashi no kono omoi o

— Sejak kapan aku ingin tahu
— Sejak kapan aku mengejarmu?
— Bagaimanapun juga, tolonglah,
— Jangan terkejut dan dengarkan
— perasaanku ini.
“are ga DENEBU, ARUTAIRU, BEGA”
kimi wa yubisasu natsu no daisankaku
oboete sora o miru
yatto mitsuketa orihimesama
dakedo doko darou hikoboshisama
kore ja hitori bocchi

— “Itu Deneb, Altair, dan Vega.”
— Seraya kau tunjukan dalam segitiga musim panas.
— Ku melihat langit.
— Akhirnya menemukan Orihime-sama,
— Tapi dimana Hikoboshi-sama?
—Tidakkah ia kesepian?
tanoshigena hitotsu tonari no kimi
watashi wa nani mo ienakute

— Disampingmu, yang bersenang-senang
— Ku tak bisa berkata apapun.
hontou wa zutto kimi no koto o
dokoka de wakatte ita
mitsukattatte
todoki wa shinai
damedayo nakanaide
sou iikikaseta

— Sebenarnya, entah bagaimana aku
— Menyadari perasaanku untukmu.
— Aku menemukannya,
— tapi ini tak pernah menjangkaumu.
— “Ini tak berguna. Jangan menangis.”
— Kukatakan pada diri sendiri.
tsuyogaru watashi no okubyoude
kyoumi ga nai youna furi o shiteta
dakedo
mune o sasuitami wa mashiteku
aa souka sukininarutte
kou iu koto nan dane

— Aku berlagak jahat, tapi kepengecutanku
— Berakting seperti aku tak tertarik.
— Tetapi,
— Itu hanya menumbuhkan rasa sakit di hatiku
— Ah…itu benar.
— Seperti itulah jatuh cinta.
doushitai? ittegoran
kokoro no koe ga suru
kimi no tonari ga ii
shinjitsu wa zankoku da

— Tolong katakan padaku apa ini salah?
— Hatiku coba mengatakannya padamu bahwa,
— berada di sampingmu itu cukup.
— Kenyataannya begitu kejam.
iwanakatta
ienakatta
nidoto modorenai

— Ku tak mengatakannya.
— Ku tak akan mengatakannya.
— Aku tak akan kembali sekarang.
ano natsu no hi
kirameku hoshi
ima demo omoi daseruyo
waratta kao mo
okotta kao mo
daisuki deshita
okashii yo ne
wakatteta no ni
kimi no shiranai
watashi dake no himitsu
yoru o koete
tooi omoide no kimi ga
yubi o sasu
mujaki na koe de

— Musim panas hari itu,
— Semua bintang berkilauan
— Sekarang tetap aku masih ingat.
— Wajah tertawanya,
— Dan wajah marahnya,
— Aku benar-benar mencintainya.
— Ini tak aneh kan?
— Meskipun aku tahu itu…
— Kau tak akan tahu,
— Rahasia yang hanya ku tahu.
— Malam panjang yang lalu itu
— Dalam sebuah kenangan yang jauh,
— Jarimu menunjuk pada bintang,
— dan dengan suara tak bersalah…

Kamis, 13 Oktober 2011

♥ ♥ ♥ Introspeksi ♥ ♥ ♥

Tes.... Tes....
Ayo introspeksi, seberapa besar rasa cinta kita kepada Allah dan RasulNya....
Check it out!!!!
>>>

Tingkat Cinta ♥ ♥ ♥
Ada 3 macam cinta di dalam hidup ini :
1. Cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam
2. Cinta tengah adalah cinta kepada orang tua, saudara, suami/isteri, kerabat karena Allah Subhanahu wa Ta'ala
3. Cinta terendah adalah cinta yang menomorduakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya.

Tanda-Tanda Cinta ♥ ♥ ♥
Saudaraku kaum muslimin, ulama Ibnu Qayim Al Jauziah mendefinisikan seseorang dikatakan sedang dilanda cinta bila telah ada tanda-tanda :

1. Menghujamkan pandangan mata
Dapatlah kita ketahui orang yang dimabuk cinta akan selalu memandang kepada yang dicinta.

2. Malu-malu bila yang dicinta memandangnya
Itulah salah satu sebab mengapa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam melarang shalat dengan menengadah ke atas , namun haruslah menunduk ke bawah sebagai adab menghadap Yang Maha Tinggi. Bahkan rajapun akan marah bila pengikutnya berani menatap wajahnya dan tidak menunduk ke bawah sebagai tanda hormat dan segan.

3. Banyak mengingat dan membicarakan dan menyebut namanya
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al Anfal : 45)

4. Tunduk pada perintah yang dicinta dan mendahulukannya daripada kepentingan sendiri.
Katakanlah : " Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (QS. Ali Imran :31)

5. Memperhatikan perkataan yang dicinta dan mendengarkannya
" Bacalah Al Qur'an kepadaku."
"Adakah saya membacakannya kepada engkau, padahal ia diturunkan kepada engkau? "
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, "Aku suka diriku mendengarkannya dari orang lain."
Maka saya membacakan sejak permulaan hingga ayat :
"Maka bagaimanakah (keadaan orang-orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dati tiap-tiap ummat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai ummatmu)." (QS. An Nisaa: 41). Beliau bersabda,' Cukup sampai di situ.' Maka saya mengangkat kepala memandang beliau, yang ternyata beliau meneteskan air mata. (HR. Bukhari & Muslim)

6. Mencintai rumah dan tempat kekasih
Ribuan kaum muslimin setiap tahunnya mendatangi Ka'bah. Mereka meninggalkan negeri mereka menuju Mekkah demi memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta'ala. (QS. 2:26-27)

7. Mencintai apapun yang dicintai kekasih
Anas bin Malik menyenangi labu, karena dia melihat Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam selalu memandang ke arah hidangan labu di atas mangkuk.

8. Berkurban untuk mendapatkan keridhaan yang dicinta
"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mu'min dan dari diri mereka sendiri." (QS.Al Ahzab : 6)

Cinta Sejati
Mengapakah saudaraku kaum muslimin seringkali kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala hanya bila ditimpa kesusahan saja, sedang dikala senang engkau tertawa sepuasnya hingga lupa akan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu bersama hamba-hambaNya dikala suka dan duka. Sadarkah kau, Allah Subhanahu wa Ta'ala itu kekal, sedangkan makhluk-Nya dapat binasa.



(hm.... shalat: masih sering gag khusyuk dan lelet, ngaji: masih sering kejar setoran dan gag memahami artinya, masih sering maksiat sepertinya *masih sering menomorduakan shalat dibanding aktivitas lain TT astaghfirulloh*, pengorbanan di jalan Nya masih sedikit, masih sering bolos syuro, malas ngaji, malas segala2nya *wuih, sereeem* huhuhu, sepertinya perlu diuji lagi kadar cintaku pada Allah dan Kekasih Nya... TT, malu saya...)





*copas from fb @ 6 Juni 2011

Selasa, 21 Juni 2011

JIKA KAU KATAKAN CINTA

awalnya Ciel tidak berniat memposting thread ini, tapi akhirnya diposting juga...
ya sudahlah... meski privacy, biarlah ini menjadi 'peringatan' bagi Ciel dan semoga dapat diambil hikmahnya...

Sebenarnya tema ini adalah tema yang sangat sensitif bagiku...
Tapi kali ini aku akan mencoba bicara mengenainya...
Selama 18 tahun hidupku, aku tidak begitu mengenal kata itu...
Tapi entah kenapa semenjak disini kata itu menjadi begitu sering dibahas dalam kehidupanku...
Kata itu begitu sering berlalu dengan sapaan dinginnya yang menghujam keras dalam hati...
Ok, bukan aku yang sedang jatuh cinta masalahnya, tapi ini tentang seseorang yang memendam mahabbah nya ke aku... (sudah nggak bisa disebut memendam lagi sih)...
Ya, dialah orang pertama yang bilang ‘suka’ ke Ciel...

Sesi curhat bagian pertama:
Dari dulu sampai sekarang Ciel belum pernah jatuh cinta...
Ciel mengenal  kata cinta dari teman2 Ciel yang sering curhat ke Ciel...
Lagipula Ciel merasa tak ada yang istimewa dari Ciel yang bisa membuat orang lain menyukai Ciel...
Ciel hanya gadis biasa...
Begitulah yang kutahu...

Sesi curhat bagian kedua:
Ciel gak begitu mengenalnya...
Dan kurasa dia juga tidak begitu mengenal Ciel...
Aku merasa tidak logis jika dia menyukaiku atas dasar yang sepertinya gak jelas...
Parahnya, aku merasa sangat bersalah ketika dia mengatakannya padaku...

Ciel memandang cinta:
Bagi Ciel cinta itu sakral...
Cinta itu putih...
Dan Cinta itu suci...
Dan bagi Ciel, cinta sebelum pernikahan adalah nafsu...
Dan bagi Ciel jatuh cinta sebelum akad (minimal sebelum khitbah) itu hukumnya mendekati haram... (hahaha, entahlah)
Sering kali Ciel bergumam “Izinkan aku menikah tanpa pacaran!” atau “Hindarkanlah aku dari cinta sebelum pernikahan!”
Banyak yang tidak setuju dengan pendapat Ciel yang terus-terusan menutup hati dari para Adam...
Tapi inilah prinsip Ciel...
Bagi Ciel “Lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik” adalah hukum yang tak bisa ditawar...
Bagi Ciel menjaga diri bukan hanya meliputi perawan secara fisik, namun juga perawan secara hati...
Tidak cukup hanya dengan tidak pacaran, namun bagi Ciel menjaga hati ini agar tidak berlabuh sebelum waktunya juga sangat penting...
Namun semua menjadi cukup susah ketika kata cinta itu ditujukan orang lain kepadaku...
Secara frontal!
Huh, sungguh belum pernah Ciel alami sebelumnya...
Lalu?
Tentu saja Ciel menolaknya...
Ciel bahkan menyuruh si fulan melupakan Ciel...
Tapi si fulan bertanya mengapa? Mengapa dia harus membuang rasa mahabbahnya terhadap Ciel?
Hm... begini...
Tahukah kau, ketika kau katakan hal itu padaku, hatiku sangat sakit...
Aku bertanya dalam hati, ‘Apakah aku kurang menjaga diri sehingga kau bisa menyukaiku? Sehingga kau yang telah menyimpan rasa itu sejak bertahun-tahun tetap memikirkannya?’
Oooh fulan, begitu malangnya nasib engkau...
Aku hanya ingin menjagamu! Menjaga hatimu!
Jangan lagi kau pikirkan orang lain yang belum tentu halal bagimu ini!
Apa kau tak takut bahwa ternyata orang yang kau sukai bukanlah calon istrimu kelak?
Betapa cemburunya ‘istrimu kelak’ jika tahu saat ini ‘suaminya kelak’ sedang memikirkan orang lain selain dirinya?
Kepadamu yang menyukaiku aku ucapkan terima kasih
Namun lupakanlah aku ini!
Kuburlah cintamu itu!
Biarkan waktu yang menjawabnya
Jika Tuhan memang berkehendak kau jodohku, toh aku tak akan lari kemana
Tapi sungguh aku menyesal hingga kau melakukan itu
Aku tidak menyukai caramu
Dan itu membuatku memilih menjauhimu, fulan...
Oooh fulan, ini demi kebaikanmu, juga demi kebaikanku...
Wanita yang baik adalah yang tidak memandang dan tidak dipandang
Ku harap kau mengerti akan prinsipku ini

Ciel, Mei 2011 (awal buat thread 6 April 2011, tapi karena ada ‘peristiwa mendadak yang tak terprediksi’ ada perombakan isi... aku mengingat tanggalnya... semoga menjadi pelajaran bagi kita)