I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

Tampilkan postingan dengan label The Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Me. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2013

Shite kudasai!!!

Ketika aku memanggilmu, kau bahkan sudah tak menoleh padaku.
Kini aku sadar bahwa kau telah berdiri jauh di depanku.
Bahkan di saat tersulitku kau tak ada disini.
Itu bukan salahmu. Sama sekali bukan.

Tapi aku tak bisa menghadapi semua ini sendirian. Tidak bisa.
Aku tak bisa berpikir bahwa aku mampu membahagiakan orang lain di saat  aku tak lagi mampu membahagiakan diriku sendiri.
Aku tak lagi pantas mencintai orang lain di saat aku tak mampu mencintai diriku sendiri.
Karena itu aku menjadi makhluk yang terabaikan.
Aku berusaha menyuarakan isi hatiku tapi tak ada seorangpun yang mendengarkan.
Aku merasa tak mungkin bisa lebih buruk dari ini namun semuanya semakin bertambah buruk.

Ketika kau mengatakan banyak kata semangat, semua itu terasa tak berarti lagi.
Aku tak bisa berdiri hanya karena kata semangat.

Aku ingin kau mempercayaiku lebih dari apapun.
Tapi aku hanya menjadi manusia yang tak bisa diandalkan.
Merasa tak berguna.
Dan tak ada bedanya aku ada atau tidak.

Aku bukan siapa-siapa.
Aku tak bisa melakukan apa-apa.
Aku tak punya siapapun lagi.
Aku tak punya apapun lagi.

Aku merasa aku bukan lagi manusia bebas.
Aku tak pantas lagi menjadi Ciel juga Hurriyah.
Semuanya telah mati.
Aku tak sanggup hidup lagi seperti ini.
Aku membenci diriku, membenci hidupku, membenci jalan yang kuambil.
Aku membenci segalanya.

Apakah aku akan berakhir dalam penyesalan yang teramat dalam?
Apakah seburuk itu hidupku ini?
Aku hanya bisa mengucap satu kata yang tak tahu kutujukan pada siapa.
“Tolong!”

Save me, anyone!

Jumat, 18 Oktober 2013

Why am I not happy?

  1. 1
    Learn to love yourself first
    . Love the little things about you, everything about you.

    Terkadang aku merasa bahwa aku orang yang aneh, yang berbeda. Aku merasa seperti alien yang tersesat di planet Bumi. Aku mencintai alamnya tapi tidak dengan situasinya. Bukan berarti aku membenci orang-orangnya, hanya susah bagiku untuk "dekat" dengan mereka. Mereka mungkin menganggapku susah diselami dan aku pun sibuk tenggelam dalam duniaku sendiri. Terkadang aku sering bertanya "Kenapa aku seperti ini?". Itu membuatku terkadang begitu membenci diriku sendiri. Karena begitu tidak berdaya, karena begitu susah bergerak, karena terlalu impulsif, susah memaksakan diriku tumbuh di lingkungan yang tak sesuai. Aku membenci diriku yang terlalu larut dalam perasaan yang tak terekspresikan. Namun aku juga menyukai diriku yang seperti itu. Itu membuatku susah bergerak jika sendirian. Seseorang mngatakan, "Kau hanya membutuhkan motivasi yang lebih dari biasanya". Tapi yang kudapatkan hanya, "Semangat ya!". Dan entah karena sudah resisten dengan kata semacam itu aku tak lagi tergerak. Aku tergenang dalam kubangan. Aku tak bisa keluar dengan diriku yang sekarang. Kecuali ada yang menemukanku dan mampu membujukku menghadapi dunia yang sekarang. Sebenarnya aku "selalu menunggu". Tapi "orang itu" yang tak kuketahui tak kunjung datang. Pada akhirnya aku lelah lantas menciptakan duniaku sendiri dalam "dunia yang kecil ini". Aku punya teman-teman yang tak pernah benar-benar ada. Aku menciptakan bayang-bayang dari pikiranku sendiri.
  2. 2
    2
    Start to self reflect
    . Life is about giving it all you've got, not about receiving, not about expectations.

    Mungkin aku salah karena berharap "menerima". Tapi untuk saat ini aku merasa aku tak memiliki apapun. Bahkan harapan dan impian pun sudah di ujung tanduk. Aku merasa tak berguna dan tak diharapkan oleh orang lain. Dalam keadaan seperti ini apa yang bisa kuberikan. Aku merasa bingung bagaimana cara memberi. Adakah yang mau mengajarkannya padaku? I just can give you nothing at this rate.
  3. 3
    3
    Be one with yourself and your surroundings
    . Attune yourself to the rhythm of the natural world around you. Even the same sunset, can bring you great satisfaction, a new moment, a new experience.

    Aku tahu bagaimana rasanya menyatu dengan alam. Bahkan aku terkadang merasa bisa "mendengar" langit. Aku merasa paling dekat dengan langit dari semuanya. Aku menyukai alam. Aku menyukai semilir angin, matahari yang terbit atau tenggelam, ombak yang berdeburan, suara burung di pagi hari, awan yang berarak, daun yang bergesekan, kupu-kupu yang terbang, bagaimana bintang-bintang bergeser tiap waktu di kubah langit yang gelap. Aku menyukainya tapi aku merasa orang lain tidak mampu mengapresiasi caraku berkomunikasi dengan mereka. "Apa yang kau lihat dari mereka? Apa yang bagus dari mereka? Kau tidak punya kerjaan ya? Aku tak mengerti. Aku bukan dirimu, aku tak seakrab itu dengan alam". Kata-kata mereka yang semacam bagaimanapun terkadang membuat bagian dari diriku merasa sakit. Apa aku salah jika aku seakrab itu dengan alam. Aku hanya tidak bisa seakrab itu dengan manusia. Aku ingin bisa seperti orang kebanyakan yang bisa tertawa bersama teman-temannya sepenuh hati. Saling bertukar pikiran dan apa yang dirasakan. Sayang sekali aku tidak bisa dengan mudah melakukan semua itu. Aku selalu bersembunyi dalam topeng yang tak menunjukkan ekspresiku yang sebenarnya. Apa sebenarnya itu semua hanyalah pikiranku saja. Apa sebenarnya aku begitu mudah ditebak. Aku sendiri tak pernah bisa mengerti. Setiap orang bebas menilai bukan. Aku berharap aku bisa terus terkoneksi dengan alam.
  4. 4
    4
    Know that Life is nothing, but a story, a flowing river, a life's meaning with you as the key character
    . Life is your invention, your comfort, your story.

    Aku sering sekali bertanya pada diriku sendiri "Sebenarnya siapa tokoh utama dalam kisah hidup ini?". Terkadang aku merasa jika aku tokoh utamanya cerita ini tak akan menarik. Sedikit keajaiban di dalamnya, dan mungkin sedikit tokoh di dalamnya. Namun jika aku bukanlah tokoh utama dalam cerita bernama kehidupan yang berlangsung begitu singkat ini, lalu siapa aku? Pasti ada peran yang harus kulakukan sehingga aku diciptakan. Atau mungkinkah Tuhan menciptakan sesuatu hanya sebagai "hiasan" atau "ornamen" saja? Aku tak pernah keberatan jika aku bukan tokoh utamanya. Namun aku ingin membantu tokoh utama itu. Aku ingin ada peran yang kulakukan selama aku hidup di dunia. Bukan sebagai orang yang dibenci. Tidak ada manusia yang ingin dibenci kan? Aku tak keberatan jika aku hanyalah tokoh pendamping yang ada di belakang layar dunianya. Atau jika aku ternyata adalah tokoh utama, aku hanyalah observer kehidupan. Melalui aku, tepatnya "mataku", semua cerita ini ada, meski bukan aku penggerak cerita itu. Somehow ada juga kan cerita dengan tokoh utama semacam itu. Tapi rasanya tidak berguna. Jika aku memang tokoh utama, dan sebenarnya aku pun ingin menjadi tokoh utama, kenapa banyak kesulitan yang kuhadapi. Kenapa tidak ada keajaiban terjadi. Kenapa tidak ada tokoh pendamping yang setia. Bagaimanapun, jika aku memang tokoh utama, aku selalu berharap kisah ini akan berakhir bahagia. Tidak ada yang tidak mengharapkan akhir yang bahagia bukan?
  5. 5
    5
    Love reciprocates love, feel it, live it, enjoy it and you will receive it
    .

    Aku selalu ingin menebar cinta yang kumiliki. Namun untuk saat ini terlalu banyak kebencian dalam hatiku. Cinta itu hanya tersisa sedikit untuk sesuatu yang "benar-benar kucintai". Aku sulit mencintai orang lain. Aku diliputi ketakutan atas segala sesuatu. Takut memulai karena takut berakhir. Takut terlalu dekat karena takut dijauhi. Takut atas segala sesuatu membuatku tak bisa jujur pada perasaanku sendiri. Bersikap dingin pada orang lain. Kaku. Bagaimanapun sebenarnya aku ingin berbagi dan aku ingin seseorang berbagi denganku. Saling percaya. Perasaan "dibutuhkan". Aku selalu takut orang lain akan menolakku, karena aku berbeda. Lama kelamaan benteng pertahanan duniaku semakin tebal dan tinggi. Aku takut tidak ada yang akhirnya bisa menemukanku dan menyelamatkanku. Dan akhirnya aku menjadi ciptaan yang terlupakan. Namun kubiarkan mereka mengenalku jika mereka mau membaca tulisan tentang perasaanku. Hanya bagi mereka yang mau membacanya.

  6. 6
    6
    Life has new meaning when lived in the moment
    . It is in the here and now that will determine everything. Make new meanings, make them your own imprint, your own longings, but let them be your own. Happiness in itself will follow.

    Banyak yang menasehati seperti itu. Tapi aku tak pernah bisa hidup dalam "kehidupan saat ini". Betapa aku menghindarinya namun masa lalu itu selalu mengejarku. Penyesalan akan suatu keputusan. Kebahagiaan masa lalu yang hilang. Dan pemikiran akan masa depan yang tak pasti. Andai ada yang mau mengajariku dengan sungguh-sungguh bagaimana sebenarnya hidup untuk saat ini itu. Please, just tell me how!
  7. 7
    7
    Do not live in regret, you are allowed to make mistakes
    . Life is but a learning experience.

    I still can't erase my regret about now and here. I've made a mistake. A big mistake that burns everything. I still can't let it go. Because I still live in what cause I regret. I just feel live in mistake. However, I can't forgive my self, tapi aku merasa benar-benar tak berdaya. Aku tak tahu apa alasan aku ada disini. Aku tak bisa keluar dari jurang penyesalan ini sendirian. Aku butuh seseorang menemukanku dan membujukku untuk keluar. Tapi dia tak kunjung datang. Aku selalu berdoa agar Tuhan menyelamatkanku. Dia mungkin telah mengirim penyelamatnya padaku berkali-kali, namun ternyata itu tidak cukup menggerakkanku dan itu tak berhasil, sepenuhnya. Aku berharap Tuhan membuat skenario agar penyelamatan itu berhasil. Aku tak tahu berapa bab yang tersisa hingga kisahku yang menyedihkan ini akan usai.
  8. 8
    8
    Overcome your fears, they are a fragment of someone else's insecurities, your childhood trauma, or perhaps coming from those around you
    .
    Bagaimana jika kau selalu merasa insecure dengan "childhood trauma" yang kau alami tanpa seorangpun mengetahui bahwa kau pernah merasa mengalaminya. Kau merasa insecure terhadap orang yang tak begitu kau kenal. Bahkan teman disekitarmu. Aku tak mengerti tapi aku tak mudah nyaman dengan orang lain. Aku selalu takut bertindak lebih jauh. (Banyak yang ingin kukatakan, tapi terlalu banyak sehingga sulit kutulis)
  9. 9
    9
    Most importantly, strive to be loved, rather than to do the loving
    . The power lies within you.

    Setiap orang ingin dicintai. Itu memang benar. Aku pun sama. Tapi terkadang aku tak mencintai diriku. Hanya karena aku adalah makhluk yang penuh kesalahan. Dan aku juga makhluk tak berguna yang tak bisa melakukan banyak hal. Dan karena aku merasa tidak penting di dunia ini. Banyak yang sering mengabaikanku. Banyak yang tak membutuhkanku. Aku hidup untuk diriku sendiri yang tak berguna. Aku tak menemukan alasan lebih kenapa aku pantas dicintai kecuali karena aku adalah manusia.
  10. 10
    10
    Discover your passions and follow it, as this will create for you many more bounties
    .

    Aku "terpaksa" tidak bisa mengikuti apa yang disebut passion itu. Hidup ini menjadi begitu hampa. Aku hanya makhluk berdaging dan berdarah yang melakukan "hidup". Aku merasa menjadi robot dalam dunia yang disebut kehidupan. Begitulah rasanya ketika kau tak menemukan alasan dibalik dirimu yang disini dan sekarang. "Aku telah lama mati" bersamaan dengan "matinya" impian dan harapanku. Naif memang, meski masih banyak hal yang bisa kulakukan, aku belum bisa move on. Aku patah hati pada dunia. This world is so cruel.

Selasa, 24 September 2013

This is (almost all) My Story

Kisah ini ditulis untuk mendapatkan jawaban. Dikirim ke situs psikologi untuk mendapat bantuan. Jika Anda bisa membantu, kami akan senang.

Saya Silvi, usia 21 tahun, saat ini sedang menjalani kuliah semester akhir S-1 Pendidikan Dokter di salah satu PTN di Surabaya. Sejak awal saya sama sekali tidak berminat akan bekerja di bidang kesehatan atau biologi, saya jauh lebih menyukai sains “benda mati” seperti astronomi, fisika, atau geografi. Sejak dulu saya sering memimpikan masa depan yang penuh kebebasan. Saya tak mengejar materi, gengsi, atau jabatan. Saya memutuskan jika sudah bekerja nanti saya tak ingin menjadi PNS yang terikat oleh aturan. Saya tidak suka terikat. Ketika kecil saya ingin menjadi jurnalis, penulis, atau sekedar astronom. Saya pikir bahwa pekerjaan itu bukanlah sesuatu yang mesti menghasilkan banyak uang, memiliki prestise yang tinggi, tapi sesuatu yang kita cintai, sebuah passion, atau mungkin jalan hidup. Atau bisa jadi suatu alat untuk mencapai passion.
Sejak kecil banyak teman yang bilang bahwa saya berbeda (dalam pemikiran).

Kamis, 05 September 2013

Tears

Hanyalah seseorang yang sulit menerima keadaan yang ada saat ini..
Sulit beradaptasi dengan lingkungan sekarang..
Merasa kesepian karena merasa tak ada yang mengerti..
Merasa sendiri karena merasa tak ada yang memahami..
Orang yang bersembunyi dibalik topeng "baik-baik saja"..
Atau yang pendiam dan tak bisa mengatakan apa yang dirasakan..
Hanyalah seseorang yang dipenuhi praduga yang tidak-tidak..
Dipenuhi ketakutan akan apapun..
Takut dekat karena takut berpisah..
Takut memiliki karena takut kehilangan..
Takut jika orang lain tahu dirinya yang sebenarnya..
Takut mengatakan yang sejujurnya karena merasa hasil akhirnya selalu sama..
Karena itu hanya diam.. Hanya itu yang bisa kulakukan..
Berpura-pura kuat dibalik keluhan yang sepenuh gunung..
Bahkan serapuh debu yang berterbangan..
Hanya sakit, luka dan air mata,
yang mudah dihapus dan dipalsukan..
Menjadi asing dan tak tahu harus berlari kemana..
Hanya berlari ke sosok yang tak pernah ada..
Memilih menangis dalam diam, namun menyisakan kesenduan dalam segala hal..
Aku yang tak pernah bisa bersama siapapun bukan siapa-siapa bagi siapapun..

Tuhan..
Aku tidak tahu kenapa paradoks ini terus terjadi..
Aku belum mampu melihatnya, mataku yang buta ini tak mampu melihat rencana apa yang kau gariskan..
Kau, Sang Pembuat Rencana terbaik, bolehkah aku meragukan rencanaMu?
Aku sudah tidak tahan, sungguh..
Kumohon segera akhiri semua ini..
Kumohon, Tuhan..

Jumat, 28 Desember 2012

Wavelenght

Hari ini ada ang ingin Ciel ceritakan..

Hm.. apalagi ini -____-

Kali ini tentang hubungan. 

Hari ini Ciel berpikir bahwa Ciel payah sekali. Ciel yang poker face tidak tahu bagaimana menghibur seseorang. Itu membuat Ciel merasa menjadi manusia paling tidak berguna sedunia. Ingin aku bertanya kepada para lelaki, "Apa yang akan kalian lakukan jika melihat wanita yang menangis di hadapan kalian?" Karena aku tak tahu jawabannya.

Ciel, sejak kecil mendidik diri untuk kuat. Tidak mudah menangis dan cengeng untuk hal remeh temeh. Baru jika menyangkut perasaan mungkin, saya merelakan air mata saya keluar. Dan ada fenomena lain, ketika wanita-wanita lain lebih sensitif terhadap hal-hal yang lain. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan ketika mereka menangis. Yah, hanya memeluk, menggenggam tangannya erat, dan bilang "sudah-sudah". Lantas kau akan bingung ketika dia tetap menangis. Dan yang bisa kau lakukan hanya diam.

Menjadi sosok yang introvert. Yang memagari diri dengan tirai bambu. Yang sulit mengungkapkan perasaannya sendiri. Menghadapi wanita pada umumnya. Membuatku merasa: Aku sungguh payah. Aku berharap bisa banyak berbicara, mengeluarkan lelucon yang mampu membuatnya tertawa. Namun ternyata lidah ini tetap kelu. Tak ada satu katapun yang keluar.

Dan saya takut ini akan terbawa sampai nanti. Sampai ada orang lain di hidupku. Sejujurnya saya memikirkannya. Bagaimana membuat orang yang kau sayangi tersenyum. Terutama di kala mereka sedang bersedih. Dan tak ada kata yang bisa kau ucapkan. Akankah seseorang itu akan tenang hanya dengan sikap yang kutunjukkan. Kata yang mungkin sangat minim sekali. Wavelenght. Aku jadi berpikir kurasa saya hanya bisa hidup jika "the same wavelength" itu terpenuhi. Semoga aku bisa menjadi sosok yang bisa menjadi penenangnya, penghiburnya, dan mampu membuatnya selalu tersenyum dan bersemangat menjalani hari-harinya. The last question: Siapakah "-nya" itu?

Rabu, 26 Desember 2012

Ketika Saya Pulang...

Hari Senin 24 Desember 2012 saya pulang..

Sebelumnya, Sabtu 22 Desember.. 
Saya 'dipaksa' pulang. Ini sangat aneh. Tak pernah mereka memintaku pulang seheboh kali itu.
Dan saya bersikeras ingin tetap tinggal di Surabaya. Hm.. dan tak pernah saya semarah itu gara-gara disuruh pulang. Padahal saya mau mengucapkan 'Selamat Hari Ibu' via telepon, namun akhirnya kuurungkan karena situasi yang 'tidak mengenakkan'. Akhirnya kata itu kuucapkan melalui sms.
Selamat hari ibu. Silvi sayang mama.
Pada akhirnya mereka bilang, ya sudah besok pulang ya? Dan saya yang tidak yakin hanya bilang 'gak tau'..

Hari Minggu...
Pagi hari mereka segera menyuruhku berangkat. Namun saya menolak. Karena truz dipaksa saya akhirnya beralasan saya harus belajar, dan mereka menyerah tapi tetap meminta saya pulang esoknya. Dan saya mengiyakan.
Padahal selama di kosan Ciel sama sekali tidak belajar, karena penat, banyak pikiran, dan malah nge game. Saya juga sempat 'kesal' dengan opini teman. Saya kesal dengan diri saya, lingkungan saya, pendidikan saya, dan semuanya.

Hari Senin...
Ciel bilang kalau kehabisan tiket kereta dan ndak mau naik bus.
Ayah dan Ibu berkeras saya harus pulang. Pada akhirnya saya pulang naik kereta malam.

Di rumah saya bertanya tentang hasil lab saya..
Saya memiliki pembesaran kelenjar thyroid dan beberapa minggu yang lalu saya tes ke lab. 
Ibu bilang sudah ke dokter yang merujuk saya namun belum ketemu. Jadi Ibu memilih berkonsultasi ke dokter di Puskesmas. Dan kebetulan dokter ini yang dulu menangani ayah saya yang pernah kena hipertiroid. Dokter yang sudah sangat senior. Namun inilah yang membuat saya tercengang. Dokternya mengatakan sesuatu yang luar biasa hanya dengan melihat hasil tes lab saya.

Hasil tes lab saya:
kadar T3 1,5 (Normal : 0,6 - 1,85 ng/ml)
kadar T4 13,3 (Normal : 5,0 - 13,0 ug/dl)
kadar TSH 1,4 (Normal : thyroid : 0.4 - 7,0 ulU/ml)
dari diagnosis dokter sebelumnya saya terkena gondok/goiter/struma 

Dari yang ibu ceritakan kepada saya dokter menilai bahwa 'kok umur segini sudah kayak begini'. Yang saya tangkap meski saya tidak tahu seabnormal apa kadar tiroid saya, tapi dokter merasa di usia 20 tahun kadar tersebut tidak semestinya seperti itu. Dokter bilang pasti anak ibu ada pikiran sesuatu. Ibu saya  membenarkan mungkin gara-gara anak saya banyak kegiatan dok, dia aktif di kegiatan keagamaan, lagipula dia juga kuliah di kedokteran dok pasti gara-gara pelajarannya. Tapi dokter bilang sepertinya ndak gara-gara itu, bu, tapi ada sesuatu yang lebih dari itu. Ada masalah lain yang lebih berat.
Ibu diberi saran agar "buka mata lebar-lebar, pasang telinga lebar-lebar, dan mulut sedikit bicara" maksud dokter adalah agar Ibu lebih memperhatikan saya, lebih mendengarkan saya, dan tidak benyak mengomeli saya. Saya tersentak mendengarnyaa. Saya rasa dokter ini benar. Saya sedang mengalami krisis dalam kehidupan. Saya benar-benar terbelit dalam masalah. Tentang diri saya. Yah, dok, Anda benar. Sesuatu itu hampir membuat saya gila.
Ada hal yang paling mencengangkan dari semua itu. Ketika dokter memberi komentar ketika ibu bilang bahwa saya aktif di organisasi keagamaan. Beliau berkata."Untung anak ibu menyibukkan diri di kegiatan keagamaan. Kalau tidak ini bisa ke arah narkoba lho. bu.". Jujur, Tuhan, saya takuuut. Kurasa itu bisa benar. Jika dulu saya tidak mengenal rohis bisa jadi saya tidak selamat seperti sekarang. 

Yang saya bingungkan sampai sekarang bagaimana dokter bisa tahu hanya dengan melihat tes lab saya. Padahal saya tidak disana. Hanya ibu seorang yang ada disana.

Disisi lain. Selama ini saya memang selalu mejadi anak baik-baik. Selalu 'taat dan patuh' (meminjam istilah ibu saya) kepada orang tua. Mereka tidak pernah tau tentang Ciel yang sebenarnya. Tentang masalah yang Ciel hadapi. Dan bukan haya mereka. Mungkin sebenarnya tidak ada yang benar-benar tahu. Ciel yang kukenal memang lebih suka menyimpan semua masalahnya sendiri dengan dalih tidak ingin membebani orang lain, tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain dengan cerita sedihnya. Namun hal ini sejujurnya menggerogoti diriku semakin dalam dan semakin dalam. Sosok yang menjadikan segala sesuatu menjadi bebannya sendiri. Saya membenci sosok yang seperti itu. Tapi itulah saya selama ini. Sejak saya kecil. Masa lalu yang membentuk Ciel yang sekarang.

Namun saya berterima kasih kepada seseorang, dan beberapa yang lain. Karena kehadiran mereka saya mampu bertahan. Saya yang selalu berpura-pura sok kuat di hadapan yang lain, namun sebenarnya sangat rapuh, serapuh tumpukan pasir yang dengan mudah terbawa angin.

Hari itu saya benar-benar menyadari bahwa masalah saya sangat serius. Sang Dokter sangat benar. Mungkinkah saya butuh pertolongan? Saya belum meutuskan. Saya masih ingin bertahan sendiri.

Arigatou minna~
Percaya bahwa saya akan baik-baik saja. Daijoubu da yo~

Selasa, 13 November 2012

Perasaan dan Laki-laki (1)

Tentang perasaan..
Ciel tak pernah paham mengapa lelaki begitu istimewa.. Seistimewa ayah bagiku..

Tidak, bukan seperti itu. Bagiku makhluk itu begitu 'asing'.. Tentu tidak bisa kusamakan dengan ayah..
Pengalaman di masa kecil dengan makhluk bernama 'lelaki' tidak pernah berujung baik, haha. Aku ingat ketika pernah melempar batu dan secara tak sengaja menimpa kepala anak laki-laki yang tak sengaja lewat. Aku masih ingat wajahnya ketika itu--ketika dia masih kecil--yang tentu mungkin aku tak akan kenal lagi kalau bertemu dia sekarang. Anak berkacamata yang marah itu, yang membuatku pucat pasi dan menghindarinya dan berujung rusuh karena aku harus menghadapi guruku untuk diceramahi. Atau tentang anak tetangga yang begitu jahatnya mematahkan pohon yang aku tanam sendiri ketika dulu aku masih kecil, yang begitu aku sayangi aku siram dan pandangi setiap hari. Lantas setelah itu tanpa pikir panjang aku balik masuk ke pekarangan rumahnya dan mencabuti bunga-bunga di halaman yang terbentang itu. Walhasil sesosok ibu keluar dari rumah itu dan marah-marah menyumpahiku. Sungguh nakalnya diriku dulu. Yah, itulah pekerjaan gadis kecil yang bahkan baru bisa mengeja alfabet. Aku masih TK waktu itu.
Masa SD pun tak ada bedanya. Bagiku lelaki tetap makhluk asing. Entah mengapa aku senang dengan apa yang mereka lakukan, namun aku tak bisa melakukannya. Aku iri ketika mereka bermain bola namun aku hanya bisa melintas saja di dekat lapangan sepak bola. Atau ketika mereka tengah asyik membicarakan film Power Rangers atau Ultraman, aku hanya bisa menguping, mengiyakan cerita mereka dalam hati, atau terkadang memprotes jika mereka terlalu mengada-ada, juga ingin sekali rasanya menjawab apa yang mereka tidak tahu namun aku tahu. Tapi itu hanya angan-angan, aku tak pernah bisa memasuki 'lingkaran kehidupan mereka'. Lagi-lagi hanya menguping dan mengiyakan pembicaraan mereka dalam hati.
Aku begitu ingin berteriak "Kau payah!" ketika melihat ada lelaki yang tidak suka dengan mata pelajaran olahraga, terlebih sepak bola. Mungkin itu terbawa hingga kini. Aku merasa sedikit memandang rendah lelaki yang tidak suka bermain sepak bola atau bahkan sekedar membahas bola itu sendiri. Dan aku heran, ternyata orang seperti itu benar-benar ada.
Kembali tentang perasaan, ketika itu usiaku 11 tahun dan aku masih tak mengerti masalah perasaan antara laki-laki dan wanita. Mereka bilang ada yang menyukaiku. Dan mudah sekali aku mengabaikannya. Bagiku selama tidak ada bukti yang nyata, yaitu si pelaku tidak bilang sendiri, maka bagiku segala rumor apapun tentang itu adalah tidak benar. 
Lalu masa-masa selanjutnya cukup seru. Ketika bagiku makhluk itu tetap teramat asing. Aku harus menerima  menjadi salah satu korban pembulian teman-teman yang mengolok-olokku dengan seorang teman laki-laki yang cukup membuatku malu, pipi bersemu merah atas perasaan yang sebenarnya tidak pernah ada. Malu itu lebih karena takut membuat teman yang itu ikutan malu atas perbuatan tidak bertanggung jawab teman-teman. Ketika itu usiaku 14 dan aku masih belum mengenal cinta kecuali dari cerita cinta atau film roman saja.
Selanjutnya bahkan aku semakin dingin dan menjaga jarak dengan makhluk bernama laki-laki. Namun tabiat baruku dimulai. Aku memang tak pernah bisa mendekati 'sosok' itu secara fisik, namun berbeda setelah aku mengenal dunia yang akan mendekatkan kita walau jarak berkilometer membentang, yaitu melalui nirkabel. Yah, selular. Aku mengenal banyak sosok laki-laki, dan ada beberapa yang bahkan menjadi teman baikku hingga saat ini. Disitulah aku menyadari bahwa hubunganku dengan 'makhluk asing' itu akan berjalan baik selama kita tidak bertemu fisik.
Lamat-lamat tak hanya selular, namun juga cyber. Yah, sejak SMA kelas 1 saya telah kecanduan internet. Mungkin itu disebabkan kemampuan verbal saya tak begitu bagus. Aku sangat buruk dalam berkomunikasi langsung dengan seseorang. Namun melalui chatting, YM, email, dan friendster kala itu hubunganku dengan makhluk bernama lelaki itu berjalan cukup baik. Dan disini aku menemukan bahwa banyak hal yang membuatku lebih klop berteman dengan laki-laki daripada perempuan.
Hingga facebook datang dan mengubah semuanya. Mengubah zona eksistensiku yang begitu hidup di dunia maya namun cukup rapuh di dunia nyata. Ketika itu bahkan saya sempat mendeklarasikan 'pacar pertama saya' yang tentu saja tidak beneran di jejaring sosial paling laris itu.
Awal 17, aku masih bertahan dengan menganggap mereka 'asing'. Namun ada beberapa orang yang membuatku berpikir bahwa mereka cukup mampu membuatku nyaman, sehingga mudah bagiku untuk membuka pintu relationship yang luas untuk mereka. Aku tak perlu menyebutkan nama mereka, yang jelas mereka baik, bahkan terkadang sangat lucu. Manusia itu begitu gokil, cerah dan meriah yang membuatku begitu menikmati diriku yang sebenarnya.
Hingga aku mengenal tentang pertemanan yang lebih serius. Menciptakan role play. Berpura-pura menjadi kakak, adik, ibu, atau bahkan berpura-pura menjadi kekasih, haha.. Dan disitu aku mengenal tentang perasaan.. Menjaga perasaan, saling menghargai, saling menghormati, dan saling mendukung..
Umurku hampir 19 tahun, dan baru kali itu aku mengenal apa itu cinta. Jika kau bertanya bagaimana rasanya jatuh cinta, kubilang aku tidak tahu. Karena bukan aku, tapi seseorang. Itu pengalaman pertama bagiku ketika ada 'makhluk asing' yang mengatakan bahwa dia-suka-pada-ku. Oh mean! Kalian tahu aku memikirkannya sepanjang tahun. Hanya untuk menyesali diri, kenapa itu bisa terjadi. Dan memang tidak berhenti sampai disitu. 'Si tangguh' itu belum menyerah ketika aku bilang bahwa 'aku tidak menyukainya', bukan berarti aku benci ya?! Maksudku aku tak menyukainya seperti dia menyukaiku. Manusia itu berharap lebih, namun aku terus menghindar. Tapi aku berterima kasih padanya, semenjak itu aku mulai belajar tentang perasaan.. tentang cinta.. melalui cerita roman, perasaan seseorang, atau dari lirik lagu.. Dan lebih-lebih aku sedang mempelajari perasaan makhluk keturunan Adam itu.. melalui referensi apa saja!
Yah kini usiaku 20 tahun dan aku telah mengenal perasaan bernama 'cinta' itu. Dan laki-laki.. mereka tidak seasing dulu..

~sekian~

Rabu, 29 Agustus 2012

INFP--The Dreamer


Beberapa waktu yang lalu saya iseng mengikuti sebuah tes kepribadian. Sebenarnya dulu pernah mengikutinya namun agak lupa dengan hasilnya. Entah kenapa kali saya sangat tertarik sekali dengan MBTI test yang satu ini. Kebetulan mungkin lagi dalam posisi galau tentang kehidupan pribadi, kehidupan karir, dan kehidupan dalam berinteraksi. Walhasil saya didaulat sebagai INFP dalam test result kali itu. Apa sih MBTI itu? Terus apa INFP itu? Kalau penasaran tentang MBTI, saya punya artikel hasil copas salah satu blog, nih http://hnciel.blogspot.com/2012/08/mbti-myers-briggs-type-indicator.html
MBTI adalah teori kepribadian yang pertama kali dikembangkan oleh Carl Gustav Jung, dan terdiri dari 16 Tipe Kepribadian. Disebut juga Jungian. MBTI adalah sebutan setelah Isabel Myers dan Katharine Cook-Briggs meng'upgrade' sistem ini. Kemudian pada tahun 1978, David Keirsey mengembangkan lagi menjadi Keirsey Temperament Sorter, dan mengelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:
SJ: Patuh terhadap aturan, dan keharusan. Mendahulukan komitmen. Yang tergolong SJ adalah ISTJ, ISFJ, ESFJ dan ESTJ.

SP: Kebalikan dari SJ, mereka paling benci dibatasi, dan sebaliknya menyukai kebebasan meski praktis dan realistis
Yang tergolong SP adalah ISTP, ISFP, ESFP dan ESTP

NT: Temperamen ini paling "tenggelam" dalam dunia buku dan pembelajaran lainnya. Disebut juga Intelektual. Menghindari pesta dan keramaian, terutama introvert. Memberlakukan standar tinggi bagi diri sendiri
Yang tergolong NT adalah ENTJ, ENTP, INTJ dan INTP

NF: Temperamen NF adalah pencari makna kehidupan. Karena inilah mereka sensitif terhadap kritik
Yang tergolong NF adalah ENFJ, ENFP, INFJ dan INFP 
Kalau INFP? INFP sendiri merupakan singkatan dari Introvert, iNtuition, Feeling, and Perceiving. Beberapa menyebut INFP sebagai The Dreamer, The Healer, atau The Idealist, entahlah mana yang lebih tepat. Berikut artikel mengenai INFP:
Untuk seorang INFP, keselarasan dalam hidup adalah suatu keutamaan. Mereka adalah orang yang sangat imajinatif dan sering memusatkan sebagian besar energinya pada visi dan mimpi mereka. Karena mengutamakan keselarasan, seorang INFP menjadi fleksibel, toleran pada perubahan, dan mudah untuk menyesuaikan diri. Dalam bekerja mereka menetapkan standar yang tinggi bagi diri mereka dan cenderung perfeksionis. Mereka juga suka mempelajari dan tertarik pada konsep-konsep atau ide-ide abstrak, dan bila sudah yakin terhadap suatu ide akan sangat percaya. Biasanya terlihat pendiam dan perenung karena memang seorang INFP sering introspektif. Populasi orang tipe INFP sangat jarang, diperkirakan hanya ada sekitar 2% populasi orang di dunia yang termasuk dalam tipe kepribadian ini.Ada beberapa kelemahan dari seorang INFP. Mereka sering menuruti pendapat orang lain walaupun mereka mempunyai pendapat yang berbeda, ini terjadi karena mereka tidak menyukai argumentasi dan mengutamakan keselarasan. Suka ragu dalam mengkritik orang lain dan lama sekali untuk berkata “tidak.” Sering mengambil tanggung jawab yang melebihi kapasitasnya dan tidak menyukai pekerjaan yang rutin.

Jelas sekali dengan INFP saya bisa melihat diri saya yang absurd bak kemalicious (kebanyakan nonton Stand Up Comedy Indonesia, hehe). Saya hidup di dunia nyata namun juga memiliki kehidupan lain jauh di dalam pikiran saya. Sering saya mengatakan bahwa saya adalah pengejar mimpi dan menjadikannya sebagai tujuan hidup saya. Yah, mungkin karena itulah saya ada di zona INFP.

Life is full of paradoxes and they are constantly balancing opposites.
Kehidupan INFP dihabiskan untuk mencari nilai-nilai kehidupan, peace seeker, tipe manusia yang tidak mengejar materi namun mencari value.
Relationship is about selfdiscovery--deep and meaningful


Dalam berinteraksi seorang INFP mencari ikatan yang kuat, tidak sekedar berhubungan saja, namun lebih dari itu INFP selalu berusaha mencari sesuatu yang spesial dalam berinteraksi dengan manusia. Mungkin karena itu INFP seringkali hanya memiliki sedikit orang yang dia anggap sebagai 'benar-benar teman'.

Jumat, 27 Juli 2012

About the future...


About the future...

Ini adalah hal yang sering dibahas oleh teman-teman...
Namun entah kenapa aku merasa tidak bisa mengatakannya dengan baik
Tentang bagaimana aku menggambarkan masa depan...

Aku hanya manusia yang berpikiran sederhana...
Maksudku, aku tidak pernah berpikir di masa depan nanti aku harus menjadi apa...
Aku tidak pernah ingin menjadi kaya, berjabatan tinggi, memiliki suami yang sempurna, memiliki rumah mewah...
Aku tidak menginginkannya...
Entah sejak kapan, aku menggambar hidupku dalam tangga keinginan...
Aku hanya ingin agar keinginanku terpenuhi...
Itu adalah impianku...
Mimpi-mimpiku...

Maaf kepada semuanya...
Kupikir i’m just selfish...
Aku selalu memikirkan apa yang kuinginkan...
Memikirkan diri sendiri...
Tapi aku...
Aku tidak meminta banyak dari kalian...
Aku hanya ingin semua mimpiku tercapai...
Hanya itu...

Tentang masa depan...
Kurasa aku mendengar cerita masa depan dari beberapa orang  teman...
Namun aku tidak pernah bisa menceritakan dengan baik tentang apa yang kuinginkan...

Aku...
Aku tidak pernah ingin menjadi apa...
Aku hanya ingin impianku terpenuhi...
Jadi seharusnya, tak penting lagi jika aku tidak belajar di jurusan astronomi...
Iya kan?
Hanya saja,
Aku belum bisa mencintai apa yang kuambil saat ini dengan baik...
Gomen nasai...
Aku mungkin belum berusaha dengan keras untuk mencintaimu, gomen nasai >.<

Aku selalu bertanya apakah kini aku sendirian?
Apakah sekarang aku menjalani ini sendirian?
Uhm.... lupakan!!!

Well, kembali tentang masa depan...
Aku hanya ingin hidup sederhana...
Maksudku, aku tidak perlu mengejar sesuatu yang membuat orang lain takjub padaku...
Mengejar gengsi dan lain sebagainya...
I just want to live on my way...
Yah, seperti itu...

Sejak dulu aku bermimpi memiliki rumah yang jauh dari keramaian...
Memiliki taman di dalam rumah...
Tempat yang lapang di dalam rumah, jika memang nanti aku memiliki tanah yang cukup luas...
Yah, aku ingin memiliki taman di tengah-tengah rumah...
Aku hanya menginginkannya agar aku bisa melihat bintang bersama keluargaku nantinya...
Atau, jika memang tidak ada cukup lahan...
Aku ingin membangun rumah yang cukup tinggi...
Dengan atap yang memiliki taman yang mampu melihat langit secara keseluruhan...
Ah, ini sedikit sentimentil kukira...
Namun aku selalu berharap bisa memandang langit bersama orang yang kusayangi...
I guess itu bisa berarti sahabat atau saudara...
Dan hingga sekarang aku belum mendapatkan kesempatan itu, haha :)
Aku selalu dipandang aneh...
Ketika orang lain menyebutku aneh, kurasa itu menjadi hal yang biasa kudengar...
Kebiasaan stargazing ku pun juga dibilang aneh...
Aku berharap suatu saat nanti aku menemukan orang yang bisa mengerti aku as the way I am...
Memang susah memahami diriku...
Even, aku sendiri belum terlalu bisa memahami diriku sendiri...

Suatu saat nanti aku sangat berharap jika seseorang yang kusayangi tersenyum dan bersemangat ketika aku mengatakan “Let’s stargazing tonight!!!
Meski jika dia tidak mengetahui apapun, dia mau mendengar apa yang kukatakan dan bersedia memahaminya...
Uh, i’m going to be selfish, right?
Yah, kurasa aku hanya memikirkan diriku sendiri...
I just don’t want to be alone anymore someday...
Boku wa hontou ni sora wo daisuke ni...
Aku pun juga ingin jika orang yang kusayangi nanti menyukai apa yang kusukai...
Dan aku pun juga akan berusaha memahami apa yang dia sukai...
Then, we will be in the same way, right?
And just say, “Hehe, same here.” Or just, “That’s you are right.”
And then we will making laugh together...

Aha, it’s just a little imagination about the future...
Actually the reality is not considered with the fantasy, right?
It might be not ever happened...
But, at least I ever draw it...
My heart draws a dream... ^^

Rabu, 11 April 2012

Mengapa kaca spion selalu lebih kecil daripada kaca depan mobil?

Mengapa kaca spion selalu lebih kecil daripada kaca depan mobil?

Semua pasti sudah tahu apa arti kalimat tersebut. Ya, kita memang seharusnya lebih banyak menatap ke depan daripada menoleh ke belakang.
Move on! Walk on! Look forward! Begitulah katanya. Menatap masa depan? Atau mungkin meraba masa depan. Hm... tahukah? Kurasa bila Ciel adalah bintang, bintang itu kini mulai redup. Menurutmu mengapa? Apa mungkin  karena cahaya bulan dan matahari terlalu terang? Hahaha, kenapa harus menyalahkan mereka? Tentu saja tidak! Ya, ini semua karena aku sendiri. menjadi bintang yang mulai kehilangan arah. Redup oleh kabut mungkin. Sehingga meski langit semakin gelap pun ia tidak malah bersinar terang, namun cahayanya nampak melemah. Layu seperti mawar yang mulai mengering.
Entahlah! Ciel sudah lupa apa itu masa depan. Kau tahu? Ciel benar-benar takut. Jika ada di mobil itu mungkin Ciel sedang dalam posisi di mobil yang berhenti. Dengan sesekali melihat ke depan dan sesekali melihat ke spion. Lantas tidak malah bergerak namun malah menundukkan kepala ke bawah, bingung dan takut. Sementara di mobil itu Ciel duduk di depan kemudi sendirian, hening dan membosankan, tanpa ada musik yang mengalun atau teman yang berceloteh. Seperti perempuan lainnya pada umumnya, Ciel tak bisa berbuat apa-apa untuk melawan pemikirannya selain hanya mengalirkan air dari sudut matanya. Menangis, terisak dalam diam, dalam kesepiannya.
Menyedihkan? Tentu saja tidak. Life is like a roaller-coaster. Mungkin ini hal yang biasa ketika harus berada pada posisi di bawah.
Masa lalu itu adalah kenangan...
Apa yang paling diingat dari masa lalu selain luka dan kerinduan? Sedih ketika memang kisah itu menyedihkan, namun sedih juga jika kisah itu membahagiakan, lantas rindu pada kenangan..

Tepat di tanggal yang sama. Dua tahun yang lalu: 11 April...
Hari itu Ciel yang masih menguap setelah begadang semalaman terhuyung antri mandi di suatu kos di Surabaya. Hm... kurasa semua habis begadang, bedanya ketika itu Ciel begadang buat nonton tv series, sedangkan temen2 begadang karena belajar, selebihnya tidur menyiapkan fisik yang prima untuk hari itu.
Ya, hari itu adalah hari Ciel tes PMDK Jalur Prestasi di Unair. Dan seperti yang telah sering Ciel ceritakan sebelumnya, pilihan pertama jatuh pada Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran, lalu pilihan kedua Kesehatan Masyarakat di FKMUA.
Itu adalah tes pertama Ciel dalam rangka menuju jenjang yang lebih tinggi. Jujur rasanya sangat excited. Jalan-jalan di area kampus, melihat orang-orang yang sibuk dengan bacaan sebelum tes, dan sebagainya membuat Ciel ingin tertawa, dan tentu saja tak sabar ingin merasakan bagaimana itu kuliah.
Sejujurnya, Ciel tak pernah berpikir akan mengambil Unair sebagai pilihan studi. Ya, tak pernah sekalipun terpikirkan sepertinya. Semua dijalani dengan santai, mengalir begitu saja seperti air. Tentu saja tetap berharap diterima PMDK tapi berharap untuk pilihan kedua, tak pernah sedikitpun hati ini mengharapkan akan terpilih di pilihan pertama.
Ya, kurasa tanggal itu tak akan pernah terlupakan di memori otakku. Sampai sekarang pun aku masih bisa melihatnya melalui kaca spionku. 11 April 2010 yang bersejarah.

Kini..
Tak bisa kupungkiri dan aku tak akan bisa mengelak lagi bahwa disinilah aku sekarang. Tepat di pilihan pertama aku memilih dua tahun yang lalu. Lantas mengapa hingga kini aku belum bisa menerimanya? Tak berguna lagi kata andai. Ya, andai aku tak ada di ruangan tes itu kala itu. Andai aku tak pernah memilih pilihan pertama itu. Dan andai-andai yang lain yang tak berguna. Sampai disini pun kaca spion itu masih menarik perhatianku.

Mengapa takut menatap ke depan?
Karena Ciel sudah lupa bagaimana caranya. Jika aku bunga matahari mungkin aku sudah lupa bagaimana cara menatap ke arah matahari. Mungkin saja karena aku layu, atau apalah itu.
Impian-impian Ciel itu sedang berterbangan seperti dandelion yang tertiup angin, namun aku tak mengerti kemana lantas mereka akan pergi. Ya, semua serba mengambang. Itu membuat Ciel takut. Bukan karena apa, tapi karena Ciel tak tahu siapa yang bersama mereka kini. Ya, dandelion memang bunga liar, dan kini dia kesepian.
Seperti itulah, Ciel takut karena banyak memikirkan kemungkinan. Dan lebih karena dia ‘kesepian’.
Bukan! Tentu saja itu bukan dalam arti yang sebenarnya. Ciel mencintai hidupnya, mencintai impiannya, dan mencintai teman-temannya.
Namun, ada begitu banyak teman, tapi Ciel tak tahu harus berbagi ke siapa?
Seperti kata Futo-kun, menyendok kebahagiaan itu mudah, yang penting adalah ada atau tidak teman untuk berbagi. Kau pikir si introvert ini mudah membagi kisahnya? Tentu saja tidak! Begitu juga dengan impiannya.
Seperti kisah Peter Pan dan Wendy, Ciel hanya berharap agar tak terlalu lama, ada seseorang yang mengetuk kaca mobil itu, duduk di samping Ciel dan menemani Ciel dalam perjalanan kehidupan Ciel. Seperti Peter yang membawa Wendy ke Neverland. Berceloteh riang bersama, menghapus airmata, membicarakan mimpi bersama, dan dengan keberanian bersama menatap masa depan.

19:12, 11 April 2012, dua tahun setelah hari itu
Ciel

Rabu, 21 Maret 2012

Finding Neverland

Aku tak tahu sejak kapan aku menyukai buku. Terlebih lagi cerita-cerita dan dongeng. Mungkin cerita bergambar yang kubaca tak terhitung sejak pertama kali aku bisa membaca. Ah, iya. Aku selalu ingat ketika ibuku dengan telaten mengajariku membaca huruf dari A sampai Z. Lalu dengan bangganya aku membacakan di depannya bagaimana ketika aku berhasil membaca huruf, mengeja kata, dan menulis huruf latin. Aku membaca apa saja. Membaca headline koran. Membaca papan reklame. Membaca papan toko. Membaca nama yang tertera di bus. Dan membaca apapun.
Semua buku menarik yang dibawa kakak kubaca habis. Aku bahkan mulai suka ikut menonton film asing dengan membaca terjemahan kecil di bawah layar. Lalu mulai berkenalan dengan komik. Komik pertama yang kubaca adalah Doraemon. Lalu aku mulai membaca cerita. Aku menyukai khayalan. Aku sungguh menyukainya. Hingga aku menemukannya suatu hari. Mungkin sebenarnya aku sudah tahu cerita-cerita dari negeri dongeng itu. Atau bisa dibilang aku menyukai semua cerita. Namun aku tertarik dengan suatu buku ketika itu. Aku menemukannya dalam ‘kunjungan rutin setiap hari’ku ke rumah teman sekolahku. Diantara jajaran buku bergambar dari negeri dongeng. Untuk pertama kalinya itulah aku jatuh hati. Ya, aku jatuh hati pada dongeng tentang Peter Pan.
Peter Pan terbilang bukan cerita biasa bagiku. Kali ini aku tidak melihat ada puteri dan pangeran. Tidak melihat adanya ibu tiri jahat. Tidak melihat adanya peri baik ataupun kisah yang diakhiri dengan ‘mereka berdua hidup bahagia selama-lamanya’. Tapi aku melihat Peter Pan, yang suatu malam mengetuk kamar Wendy, dan membawanya terbang bersama bubuk emasnya, dengan memikirkan pikiran-pikiran bahagia. Lalu terbang melalui jendela menuju Neverland.

Mungkin tidak ada yang tahu, betapa setiap malam dulu aku membayangkan akan ada anak lelaki kecil berbaju hijau yang menjemputku. Aku selalu tertarik dengan Neverland yang masih menjadi kosa kata menarik di otakku yang tak pernah berhenti berputar selama bertahun-tahun kemudian. Lantas, anak itu mengajak terbang. Ya, terbang. Aku bahkan suka dengan ide bahwa kita tak akan pernah berubah menjadi dewasa seperti Peter Pan.
Aku yang hidup dalam duniaku sendiri. Bahkan mungkin hingga kini. Aku senang hidup dalam khayalanku. Aku hanya menunggu. Suatu hari nanti akan ada seseorang yang menjemputku seperti Peter Pan menjemput Wendy. Lalu membangun Neverland kita bersama-sama dan melakukan petualangan-petualangan baru yang luar biasa bersama-sama.

Kamis, 16 Februari 2012

Perjalanan...

Name: Ciel, it means Sky in French..
Pen Name: Hurriyah, it means Freedom in Arabic
Full Name: Nitsuga Ciel Hurriyah a.k.a. Lisvinu Twigadis

::Punya kepribadian berlapis::Selalu positif thingking::Menyukai kehidupan dalam kebebasan dan jauh dari tekanan::

Nitsuga à sejak MI dah pake nama ini
Lisvinu Twigadis à sering dipakai ketika MTs
Ciel à nama ini ditemukan ketika MTs dan selalu dipakai seterusnya
Hurriyah à sering dipakai sebagai nama pena sejak SMA

Born @ Jombang
30 Agustus 1992 / 2 Rabiul Awal 1413
Love Blue, Sky, Star, Sea, Nature, Music, Manga, Japan, Travelling, Adventure, Freedom, Knowledge, Art, Wisedom, Friendship, Privacy, Bond, Astronomy, Education, Physics, Psychology, History, Religion, Phylosophy, Peacefulness, Hope, and Dream, etc.

I’m unique and different. I live with my own feet, with my own world. I obsessed about dream and try to achieve them. I really love friendship but special bond. I don’t have really too many friends, but I have a few amazing friends. Sometimes I like being alone but I dislike loneliness. I live depend on my will to getting a better level of life. I’m ambition man if we talk about dreams.

1..2..3..4.. I have interested with a value of something, something deep, something abstract, or may be imagination.. 5..6.. I have always been lonely.. 7.. I have tried to be a good girl but I always face unfair condition.. 8..9.. I hate materialistic, leaving the sanguine becoming phlegmatic girl.. 10.. any achievement is because of a little luck. I tried to make a real friend. I believe about love and happiness around the darkness of the world.. 11.. I found myself being so strong but also weak.. 12.. I have a real living world, I obsessed about dream and knowledge. Seem egoist but I know I’m a kind girl.

Waktu kecil sering ikut lomba 17 Agustusan. Kadang jadi juara (lomba lari bendera, balap kursi, dll). Di MI pernah juara lomba tartil, lomba nyanyi lagu kebangsaan tingkat angkatan, haha.. Sangat buruk sebagai pemimpin, lebih suka jadi petugas di strata tengah seperti wakil, sekretaris, atau bendahara. Membenci pelabelan sebagai anak pintar tapi selalu dapat ranking satu (mungkin ketika itu Ciel sangat suka membaca jadi tak terasa mengerti banyak hal dan selalu bisa mengerjakan soal). Membenci diperlakukan istimewa sehingga punya kecenderungan mencoba hal-hal nakal. Pernah terlalu kesepian di dunia sehingga menciptakan dunia fiktif sendiri (kadang Ciel mengira diri ini autis atau setengah gila, hehe).

Mengenal persahabatan, terobsesi oleh ‘ikatan’. Menikmati menjadi manusia di balik layar. Benci dengan ketenaran. Menikmati kehidupan low exposure.
Mulai mengenal organisasi. Berkenalan dengan misi, tujuan, dan arti kehidupan. Perjuangan pun dimulai. Mengenal banyak persahabatan dan persaudaraan. Tetap mencintai kebebasan dan hidup open minded melintas batas, melanglang buana.

Sempat mengalami kejatuhan dan keterpurukan. Tapi thanks to 1 and 1. Mereka yang membuatku bertahan, menemani perjalananku, dan membuatku bangkit. Yang paling membahagiakan adalah karena ‘Aku tetaplah aku’. Kehancuran ini tidak merubah karakter asli dalam diriku. Seseorang yang menyadarkanku agar aku hidup dalam kehidupan. Seseorang yang lain menyadarkanku atas kemampuanku dan mengatasi rintangan yang ada. Sedang yang lain selalu menyumbangkan senyum, kebahagiaan, dan energy positif hingga aku berada di titik ini.


A little fact about achievement:

Selalu jadi wakil ketua dalam regu Pramuka MI (regunya namanya Sedap Malam, hehe). Suka petualangan jadi ekskul yang diambil ketika MTs adalah Pramuka. Di SMA ikut Remas dan KIR, sempat ikut jurnalistik dan Paduan Suara tapi terus keluar. Mengembangkan kemampuan pengelolaan media à staf Infokom Pustaka RMMA 2007 à coordinator Pustaka 2008. Numpang nama sebagai bendahara KOPSIS SMA. Sempat ikutan Panitia PHBI seperti Idul Qurban dan Zakat Fitrah. Panitia Innove 8 KIR sebagai tukang galang dana, mengemis di setiap toko di Jalan Merdeka, haha. Masuk kul banyak kepanitian yang tersedia. Ikutan ASSALAM dan aktif di Syiar. FORISMA sebagai staf Infokom yang kurang aktif. Sebenarnya pengin masuk Lingua tapi penuh dengan kehedonan dan hingar bingar. Paling sering di bagian pubdok dan humas dalam kepanitiaan, tapi pernah juga di ksk, acara, dan konsumsi. Tiba-tiba menjadi pengurus dan ditunjuk sebagai sekretaris di SAC tahun 2012. Di’paksa’ menjadi wakadep Neuron 2012. Ter’paksa’ menjadi bendahara dan anggota komisi C HUMAS Ke-LDK-an (BP Jatim) Janur UKMKI 2012. Dan akhirnya jadi staf Humas.IT di FULDFK DEW 5.

Sebagai traveler sejauh ini masih menginjakkan kaki di : Jawa Timur: Surabaya, Jombang, Mojokerto, Kediri, Malang; Jawa Tengah: Semarang; Yogyakarta: Jogja, Sleman; Jawa Barat: Bandung; Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Rabu, 08 Februari 2012

Resolusi 2012 (sudah diperbaharui dan evaluasi)

Resolusi 2012:
1.       Ke Bandung à target ITB + Bosscha (pengin ketemu N_chan, nostalgia dengan kisah masa lalu, tentang seseorang di Cimahi dan Cipatat, main ke Ciwidey, Tangkuban Perahu, dan jalan2 keliling kota pluz wisata kuliner) Ciel sudah ke Bandung, sangat menyenangkan berpetualang hanya berdua bersama teman. Sayang gag sempat ke Tangkuban Perahu dan Taman Juanda.  
"  kutemukan masa lalu di Bandung, sang pujaan, impian, dan harapan
dan kini aku meninggalkan semua itu  "
2.       Sitokin 3 à ajukan ide Sitokin gag jadi diadakan di Lawang tapi di Gema RSUD Sutomo, i made fire waktu itu, hehe
3.       Lulus yudisium 23 Februari 2012 -> Anda dinyatakan lulus.... Alhamdulillah.... >.<
4.       Nonton NBL or anything di DBL Arena
5.       Rutin ikut Majelis Jejak Nabi Alhamdulillah Ciel cuma absen 2x selama tahun 2012, dan subhanallah Ustadz Salim benar-benar menginspirasi
6.       Menemukan ‘teman’ baru Ciel dapat teman-teman baru dengan sering ikut acara delegasi, sering ikut kepanitiaan, yah... Ciel tak pernah benar-benar sendiri
7.       Semangat ngedapetin SIM J
8.       Ke JFC meski gak sempet ke JFC, Ciel telah mendapat ganti yang lebih baik dengan jalan-jalan ke Tanjung Papuma ketika ikut MMLC Wilayah FULDFK
9.       Ke MTD
10.   Kumpul lagi ma SAC à transit Venus? Oh, God, finally Ciel did it!!! 6 Juni 2012 menjadi tanggal bersejarah bagi setiap insan pecinta langit di seluruh dunia. Dan Ciel termasuk dalam jajaran orang-orang yang beruntung yang dapat melihat gerhana Venus yang baru akan terjadi lagi 105,5 tahun mendatang. Yukatta!!! Arigatou SAC... Finally, we gather again. ^^
11.   Japanesse World: foto Yukata truz hunting foto bareng Shieru gag sempat hunting foto ma Shieru tapi dah berhasil foto yukata. Ciel cantik lho... 12 Februari 2012
12.   Manajemen waktu, tidak menyiakan kesempatan
13.   Belajar lebih rajin (parameter 2 nilai A), don’t postpone!
14.   Berdamai dengan diri: komitmen menjadi dokter
15.   Amati celah bisnis: jual pulsa lagi mungkin
16.   Focus di ASSALAM à neuron Ciel jadi wakadep Neuron 2012 dan berusaha menjalankan yang terbaik meski banyak kekurangan disana-sini
17.   Semangat di FSLDK : BP Jatim Ciel tidak terlalu baik disini, huhu... but I will survive
18.   Berdamai dengan kegalauan : manajemen stress
19.   Teleskop à minimal kalo gag kebeli dah ngumpulin setengah dari dananya Alhamdulillah, sudah ada separuh dari uang nya tapi masih sayang untuk dibelanjakan, hehe
20.   Penelitian! : kerja keras, gigih, dan jangan menunda-nunda (semoga lancar) Syukurlah, saya diberi pembimbing yang baik-baik, sangat dipermudah oleh Allah. Kejutan di awal tahun bahkan proposal ana lolos screening suatu program Dikti sehingga saya mendapatkan hadiah 302.500 dari fakultas. Sesuatu sekali (4 Januari 2013). Tinggal penelitian. Semangat!!!
21.   Banyak silaturrahim : ke rumah teman di luar kota
22.   Beli tas baru, hehe (wisata belanja) tas warna kuning, gubraak, kok bisa kuning sih >.<
23.   Naik gunung
24.   Beli jaket baru à jaket ASSALAM, ok jaket seharga 105.ooo, lumayan
25.   Beli buku baru à list ulang buku-buku hunted sejauh ini hanya membeli novel-novel baru... tapi cukup berkesan, terutama jika mengenai travelling... sampai sekarang sudah beli Travellous. Ayahku (bukan) pembohong, Daun jatuh tidak menyalahkan angin, sama Supernova: Partikel
26.   Baca sejarah à list buku sejarah yang dibaca, kutip dan catat Memang bukan buku sejarah, tapi novel fiksi sejarah (Buku karangan Afifah Afra : tetralogi de Windst, de Liefde, de Conspiracio, ?). Kalau boleh "ngeles" sih setidaknya saya juga sempat membaca sejarah Palestina ketika harus menuliskan artikel tentang itu, hehe.
27.   Belajar main gitar à belajar ke novi-chan sensei, hwehe Cuma download chord dan ngumpulin chord lagu-lagu Jepang (YUI)
28.   Baca buku psikologi (termasuk motivasi) Bukan buku tapi cukup belajar tentang MBTI types
29.   Nyicil buku parenting cuma ikutan ndengerin waktu seminar muslimah ketika Bunda Sinta Yudisia dan Bu Retno memberikan materi
30.   Finding sahabat pena
31.   Masih membantu syiar di B.Arab dan perpus
32.   Bikin diary harian
33.   Selesaikan muroja’ah dan tadabbur ayat (kalo bisa nambah hafalan) kurang 2 surat lagi yang belum lancar. Inshallah sebentar lagi juz 29. Aamiin >_<
34.   Menambah 50 senbanzuru lagi
35.   Ikut seminar HAI, kerja sama dengan RHI dan klub lain Alhamdulillah, SAC meski sudah bukan saya yang memegang sudah sering bekerjasama dengan Kafe Astronomi (berarti JAC nih ceritanya), juga perluasan cabang kemana-mana. Yah, tapi kurang begitu puas karena kontribusi saya yang minim sekali. Hehehe. Dan saya gagal ikut Astronomy Conference di ITB, sebagai ganti saya sempat ikut teleconference namun tidak begitu nyambung, hehe. Setidaknya sudah usaha kan? ^_^
Resolusi almost year: eksis baca dan nulis
Visi tahun ini: Manajemen Fokus, Manajemen Olah Stress, Manajemen Prioritas, Manajemen Hati, Belajar ikhlas

Jargon: Berkarya, Kontributif, dan Refreshable
Kutipan: Kesulitan adalah syarat mencapai kemudahan
         Semangat hidup dan mencintai hidup
                Never give up: jika kau menungguku untuk menyerah maka kau akan menunggu untuk selamanya
Motto: For me, dreams is everything; My imagination creates my reality; Be fulfunctioned person!

Rabu, 11 Januari 2012

Bila Kutitipkan

‎''BILA KUTITIPKAN''
(Musthafa Bisri)

Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung
Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai
Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang
Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api..

Tapi Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku
Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku
Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut fahamku..
Ku simpan sendiri

Ciel 2012 : Enjoy The Silence





Jangan terlalu mengandalkan orang lain di dunia ini. Bahkan bayang2mu sendiri meninggalkanmu ketika engkau dirundung kegelapan
[Ibnu Taimiyah]

Senin, 09 Januari 2012

The Kaleidoscope (2)

- 2011 -

 Juli
Entahlah. Juli terasa gelap kurasa. IKM, Anat, PBL semua UP. Hanya Histo yang berjaya. Haha. Akhirnya target double A Histo pun tercapai. Melegakan.
Setelah dek Sita nginep di awal bulan untuk SNMPTN, tanggal 2 dek Ila ma mbak Sof nginep di kosan buat ikut SIMAK UI.
Juli yang galau, dan aku pun memutuskan mengisi liburan dengan ikut kepanitiaan. Yup, pada akhirnya Ciel daftar jadi panitia PPKMB sebagai sie Konsumsi (tumben banget yak biasanya Sie yang lain).
Banyak kegiatan di bulan Juli. Ada Short Course Forisma dan pengumuman SGD, ada SUPLEMEN 2 di RK Gramik (tanggal 10 Juli), pluz kali itu ikutan screening KARDIA sebagai endorphine, fiuuuh, akhirnya, ikutan juga aku, hehe.
Kegalauanku yang berkepanjangan kuisi dengan baca Icylandar. Parahnya sampai sekarang (Januari, red) buku itu belum kukembalikan, hehe. Maaf ya pak Komting (>.<). Mbak Dionvy keren deh. Bangga punya kakak kelas kayak dia. *pinjam bukunya sudah setengah tahun yg lalu : 8 Juli 2011.
Juli itu bulan home sweet home. Ya, kurasa ini adalah strategi ‘berdamai dengan diri’.
Yak, kegalauan di rumah diisi dengan minum Coklat di EPOS ma mbak, hehe. Dan juga liat pameran yang kebetulan pas waktu itu lagi penutupan, dan waw... kembang apinya so keren abizz. Jombang (dalam hal ini alun-alun) begitu indah malam itu. Dan kebetulan hari itu adalah saat turunnya hujan pertama di bulan Juli, setelah lama tak jumpa dengan tetesan langit, akhirnya rinduku terbalaskan.
Hm... setelah Icylandar dipinjam, Ciel malah baca Padang Bulan&Cinta dalam Gelas nya Bung Andrea Hirata. Sugoi dah~ ^^d
15 Juli, hari itu Ciel ke kampus C, tepatnya di Auditorium buat jaga pos PUSI Maba. Ketemu orang-orang dari Fakultas lain, ya, ternyata orangnya itu-itu aja, hehe.
Hari itu pertama kalinya aku tahu bahwa musholla depan perpus kiblatnya miring, yap, Istiwa A’dhom kali itu bener2 kulakoni sendiri. Sebal deh ma Rohis, sama sekali gag ada tanggapan -.-
17 Juli pertama kali Ciel baca N5M: Negeri 5 Menara, Subhanallah. Bung Fuadi sukses membuat Ciel semangat lagi. Semangat untuk bertahan di kampus suwung yang penuh dengan pembantaian, jiaaah, alay, maksudku sih FK, hehe.
Dan besoknya, jeng jeng jeng, akhirnya Ciel beli 5 cm... Wuuuuh, so sweeet. Merasa menuntaskan beban yang sebelumnya menumpuk... Meski sempat dilema SP, namun hari itu Ciel mendeklarasikan LIBURAN!!! Wow...
Hari berikutnya: bersama teman Ciel galang dana untuk acara Swayanaka ke Indosat dan Bank Jatim, dan sepertinya gag dapet deh, huwaaa...
Dan tanggal 20 pun tiba: resolusi tercapai lagi: Ciel ke DBL Arena!!! (bersorak: hurray \>0</), yap, hari itu final Honda DBL antara SMA Sinlui dan SMA Gloria. Sumpah, berasa SMA lagi. Seruuuuu... >.<. Sayangnya cuma liat yang putri doank cz kemalaman. Yakin deh pengin dateng pas NBL. Semoga aja kesampaian. Namun gag enaknya tahun ini jadi batal ikutan JFC, hikz.
Hari berikutnya Ciel ke masjid Mujahidin ma fafa. Langit di Perak sungguh indah. Summer triangle.
Tanggal 24 Juli, ikutan jalan sehat Swayanaka. Cukup seru. Tapi pulang lebih awal, hehe.
Dan puncaknya adalah 25 Juli: Ciel dan teman-teman bersiap untuk Go to The West. Yup, kita mau berangkat ke Jakarta. Let’s Go!!! (gomen, cerita petualangan Ciel di Jabodetabek hingga sekarang belum ku buat. Yang sabar ya? ^^)


Agustus 2011
Hm... awal puasa. Posisi lagi ndak di rumah, huwaaa... bahkan kita baru berangkat pulang dari Jakarta karena tanggal 30 nya kehabisan tiket buat balik ke Jombang. T^T
Ya, akhirnya tarawih pertama pun kuhabiskan di Depok. Dan puasa pertama pun pada akhirnya dilakukan di Jakarta sampai Cirebon baru buka, hwehe (puasa lintas provinsi).
Agustus itu... banyak rapat dan simulasi. Capek deh. Liburan jadi gag panjang. Tapi sugoi~ Banyak teman baru, banyak pengalaman. ^^
Awal Januari Ciel Off lagi. Suntuk deh pokoknya. Sering banget bolak balik rumah-kos buat ngurusin KARDIA. Sering ikutan nyari takjil di masjid-masjid. Ngurusi PPKMB dan pra OSPEK. Berdebat dengan astronom tentang penanggalan. Dan lain-lain.
EPL pertama kali juga ada di bulan ini. Rasanya seneng banget emang waktu MU sering banget menang.
Sempat juga jatuh cinta lagi setelah menemukan kembali sejarah dalam literality ketika mengikuti bedah buku Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan yang diadakan UKMKI di FIB. (kereeen... ku posting deh habis ini resume nya. Tasaro sungguh kereeen >.<)
Dan tahun itu Ulang Tahun Ciel bertepatan dengan akhir Ramadhan. Dan sebagian orang bahkan sudah berlebaran kala itu. Ciel melihat langit yang indah di desa. Agustus itu deakselerasi kukira.


September 2011
Hm... lebaran terasa singkat. Setelah tanggal 31 berlebaran dengan keluarga. Tanggal 2 ke guru2 MIN sama teman2. Truz tanggal 3 ke guru2 MTsN. Menyenangkan. Resolusi kumpul2 ma temen2 pun keturutan, hehe.
Dan bayangkan. Habis itu tanggal 4 sudah harus balik ke SBY demi apa? Demi KARDIA tentunya. Dan besoknya akan menjadi penampilan perdanaku menjadi sosok malaikat bernama endorphine, wuiiiih.
Seminggu selanjutnya menghabiskan waktu berangkat pagi dan pulang larut malam demi menemani adik2. Banyak masalah dan sangat menyebalkan. Tapi pada akhirnya selalu happy ending dan semua berakhir indah. Bangga 3 adik endorphine ku terpilih jadi komting. Bahkan, salah satunya adalah komting angkatan yang sangat kontroversial.
Seakan tanpa jeda. Tanggal 12 kuliah kontrak perdana. Yup, akhirnya resmi juga aku masuk ke semester 3. Faal dan Biokim menanti. Hm...
Tanggal 19 September kali itu juga diadakan Halal bi halal Assalam bersama, ada pleno besar Medspin, dan besoknya PBA perdana. Hm... Ciel jadi astor, hehe.
24 September ikut Sitokin 2 di masjid Al Ikhlas, Perak. Awalnya bad mood banget, tapi akhirnya ngerasa rugi kalo nglewatin acara itu. Endingnya Ciel ma fafa mendamaikan diri di Kenjeran. Sugoi~
8 September adalah ulang tahun SAC, bulan ini kita mengadakan lomba astrofotografi, dan pengikutnya tak banyak. Salah satunya adalah Ciel sendiri, hehe.
September penuh dengan persuatif event. Kali itu Ciel jadi PJ Ormawa Expo Forisma yang diadakan bareng OSPEK dan Kadiv Pubdok WP Forisma. Yap, tak berjalan lancar dan terkesan lepas tangan, karena yang lebih kufokuskan adalah KIAS pada 1 Oktober nanti. Menjalani tahun kedua rasanya memang terasa lebih berkontribusi, lebih banyak perencanaan, dan politisasi. Hm... disamping itu kurasa memang 26 SKS begitu menjemukan.
Dan setelah kabar baik di awal musim MU selalu menang, setelah itu terasa menyebalkan ketika pembantaian di Old Trafford 6-1 oleh tetangga yang berisik itu, huh.... menyebalkan!!!
Ingat sekali: 23 September 2011. Gara2 itu Faal jadi SKS H-6 jam. Namun ujian pun terlewati dengan cukup sukses. Gaya SKS Ciel berhasil dengan duo AB utuk Biokim dan Faal, dan selamat untuk PBL. Sugoi~ God, thank You!!!


Oktober 2011
Menghadapi konspirasi dengan pimpinan memang menyebalkan. Menggelitik namun sedikit memusingkan. Tapi aku suka dia. Bangga menjadi anak buahnya.
Ya, 1 Oktober KIAS, dan alhamdulillah lancar meski terkesan berbelit2 dan menyusahkan. Sayangnya hari itu hape Ciel wafat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun. T^T. Tanggal 2 ikut pelatihan design. Ciel lagi galau. Dan efeknya buruk banget. Haha, pak kadep sampe turun tangan. Yah, maaf. Memang kala itu sedang jenuh.
Oktober dipenuhi dengan banyak acara. Promo Medspin, Sitokin 1, dan acara2 lain.
Setelah itu SINAPS dan penggarapan menjelang Bedah Buku sungguh menguras waktu. Banyak yang perlu dilakukan. Ini itu dan sebagainya.
Senang sekali ketika tahu Ciel menang lomba astrofotografi. Hadiah dibagi 2 dengan mas Stevanus. Tapi walaupun begitu terasa bangga, hehe.
Menghabiskan voucher di akhir bulan bersama mbak, dan di akhir bulan ini Ciel bolang ma mbak keliling Surabaya naik motor pinjeman. Beli kipas, dan gag jelas. Sangat menyenangkan >.<
Akhirnya phobia naik motor di Surabaya teruntuhkan, hehe (say: Hurray \m/).


 November 2011
November itu apa ya?
Kurasa ini adalah bulan berdamai dengan langit. Hujan menghiasi hari-hariku. ^^
Hm... inget, sebel banget Idul Adha cuma bentar di rumah. Hm....gag dapet sate, huhuhu...
Kenapa ya waktu itu balik lebih awal? – –a (aku lupa >0<)
Setelah itu adalah persiapan MEDSPIN...
Hm... alhamdulillah Medspin berjalan dengan sangat SUKSES. We did it!!! AMATASID melambungkan namanya dengan peserta terbanyak yang pernah ada. Wooow. Lebih dari 2000 tim dari seluruh Indonesia. Hebaaaat ‘-‘ddd
Bulan ini, klub favorit temanku gagal menjegal Man City. Sebal!!! Tapi imbang cukup bagiku. Arigatou Liverpool. Tapi sedih banget ketika harus menerima bahwa MU gagal lolos di Champion. Huwaaaaa...... T^T
Aku lupa ada apa dengan November. Yang kuingat, bulan ini sangat galau. Di akhir Oktober gag jadi ikutan Sarnas di Jogja, dan gag jadi ikutan Antibiotic di Malang, dan kali ini gag jadi ikutan Musnas FULDFK di Jogja. Hebat. Sempurna. SKS belajar gagal. Dan entahlah. Persiapan difokuskan dalam penggarapan SINAPS dan persiapan publikasi Talkshow. Hm... repot sekali menjadi Kadiv dari 2 divisi sekaligus. Namun Ciel merasa bangga meskipun dengan banyak keraguan pada diri. Pubdok dan Humas so sweet banget ternyata.
26 November Ciel foto ma bu menteri di Temu Alumni 56 angkatan. Wuuh, kereeen. Seneng deh jadi bagian dari panitianya. Dapat banyak makanan gratis dan buku gratis. Hm... padahal seninnya ujian menanti. Biarlah. Aku gag menyesal menjadi bagian dari peristiwa ini.


 Desember 2011
Jiaaah. Parah, paket 2 penuh nestapa, UP untuk semuanya... T^T
Sementara itu kuliah paket 3 tetap berlanjut. Namun sangat menyenangkan ketika melihat acara Talkshow berlangsung sukses. Publikasi kelewatan sepertinya sampai peserta melebihi jumlah kuota yang ada. Hm... ==a
Oh ya, awal bulan Ciel ikutan Seminar Alquran tanggal 3 Desember. Seruuu... kereeen. Pak Zawawi Imron begitu menghanyutkan. Ustadz Roem Rowi begitu pandai menuturkan betapa kerennya Al Quran. Kali itu kudapatkan: SEMANGAT HIDUP DAN MENCINTAI HIDUP!!!
Lalu tanggal 4 Desember, Ciel going to AIBF dan ikutan bedah buku “99 Cahaya di atas Langit Eropa”. So Inspiring...
Ngeliat mbak Hanum dan mas Rangga sungguh bikin iri. Huwaaa.... so sweeet banget. Keren banget. Dan klop banget. Saling mengisi satu sama lain. Sama2 pinternya. Gila...
Hm... out of topic nie sepertinya. Ehem. Kembali ke bedah buku. Jadi kali itu lagi2 Ciel ikutan bedah buku bertajuk sejarah (setelah ikutan bedah buku Tasaro 5 bulan sebelumnya).
Dan lagi2 semangat menulis itu dikobarkan. Yang kuingat adalah: Jika ingin membesarkan suatu peradaban maka budayakan membaca dan menulis. Lagi2 menulis. Hm... ya Allah kapan giliranku datang T^T
Selain itu rasanya seru ya kalo punya suami kayak mas Rangga, hm... rasanya mirip deh aku ma mbak Hanum. Pengen banget terjun ke dunia Jurnalistik. Mira W. Yang dokter aja bisa jadi penulis, mbak Hanum yang dokter gigi aja bisa jadi anchor news. Dan hobinya itu lho: travelling. Sugoi~ Berdua ma mas Rangga, waaah, ngiriii,,, sumpah. Apa gara2 ini ya aku beli bukunya. Hm... ya gak lha. Ya, kali itu Ciel tak berpikir panjang untuk beli buku itu. Padahal anggaran Ciel seharusnya diperuntukkan untuk membeli buku lain, hehe. Ya, tak masalah. Asal dapat foto gratis dan tanda tangan duo sejoli yang mengagumkan itu. 63 ribu terbabat sudah dari kantong.
Minggu selanjutnya dihabiskan dengan UP, dan talkshow. Kali itu pertama kali Ciel ikutan Majelis Jejak Nabi. Keren banget deh Ustadz Salim A. Fillah itu. Kali itu meski sambil terkantuk-kantuk aku menyempatkan diri ke Al Falah demi dengerin cerita tentang perang Uhud dan cerita sahabat yang tak pernah kudengar sebelumnya dengan gaya bahasa yang mendayu-dayu penuh rima yang menawan. Sungguh mengesankan. Besoknya sang Ustadz pun datang ke tempat kami. Talkshow bertajuk: Menggapai Cinta Rabbani dalam Telaga Ukhuwah pun sukses besar!!! (say: yay!!! \m/).
Dan akhirnya tiba saat malam, tanggal 10 desember 2011. Langit tampak masih mendung sementara Ciel harus beranjak menuju Ken Park, tempat janjian dengan rekan2 SAC buat melakukan pengamatan Total Lunar Eclips yang kedua tahun itu. Akhirnya dengan segan beranjak keluar rumah. Kehujanan. Dan terbayarkan lah semua itu. Berenam di Kenpark dengan beberapa astronom amatir yang berlomba dengan awan dan akhirnya berhasil mendapatkan fase Red Moon. Sugoi~ Subhanallah, sungguh. Indah sekali, meski kali itu bulan tampak begitu jauh karena memang sedang berada di titik terjauh dari bumi. ^^
Kali itu untuk pertama kalinya Ciel merasa tidak sendirian bersama langit. Kali itu Ciel benar2 berbagi langit dengan mereka. Kita melihat sesuatu yang sama. Tertarik pada sesuatu yang sama. Dan membicarakan sesuatu yang kita sama-sama paham. Sirius, Jupiter, Orion, Aldebaran dan Taurusnya. Terima kasih telah membawa ITB ku ke Surabaya. Terima kasih SAC. ^^
Lalu ada berita menyenangkan ketika pada akhirnya tim biru langit ditaklukkan oleh si Biru dari London. Kereen. Kalian yang pertama. Selamat!!! ^^
Hari-hari berikutnya diisi dengan kejenuhan. Makin sering aja bolos kuliah. Hm... tercatat Biokim dan Faal sama2 bolos 3 kali. Keren bukan?! (hm... itu bukan sesuatu yang pantas dibanggakan Ciel ==”)
Bulan ini ada sesuatu yang membuat Ciel sedih. Huwa... ditinggal pergi teman. Padahal kita berteman baru setahun, tapi rasanya pertemanan kita begitu berharga. Aku akan merindukanmu kawanku. Bahkan sekarang aku sangat merindukanmu. (>.<) (T^T)
20 Desember, hari Kesetiakawanan Sosial Nasional berlangsung seru dengan sebar cinta dan kue ke orang-orang di sekitar kampus (kayata pak satpam, ibu2 yang jualan, temen, dan lain2). Hari ini ulang tahun temenku. Dia yang membuatku mengemas hari ulang tahunnya dengan cara seperti ini, hehe. ^^v
Ciel sering pulang (lupa juga, yang ingat cuma pulang 16 & 24 Desember), tapi sepertinya juga ada cukup banyak hal yang terlupakan (apa ya... --a): mungkin kehujanan saat pulang, hunting matahari terbit tanggal 25 Desember, makan bubur, dan bikin klepon tanggal 27 Desember. Hm... sangat gag penting. ==”
Ciel banyak memikirkan taun depan, rencana ke depan dan resolusi ke depan.
Akhir tahun rasanya berisi ujian dan ujian. Sungguh menyebalkan. Rasanya kepala ini tak bisa memikirkan lainnya juga, haha. Padahal tidak juga. Di penghujung tahun, Ciel mendapatkan teman baru. 12 sahabat air: Kuro, Shirou, Yoru, Chibi, Shain, Helius, Venus, Hiko, Rubi, Antares, Lotus, dan Sakuraba. Welcome to my life!!! ^^
Aku tak akan melupakan Desember. Karena Desember adalah Kaleidoskop.