I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Bintang

Aku ingin bertanya kepada langit
Mengapa ia ciptakan malam
Aku ingin bertanya kepada awan
Mengapa ia ciptakan hujan

Aku ingin bertanya kepada hening
Mengapa kau ciptakan sepi
Aku ingin bertanya kepada Mu
Mengapa kau ciptakan aku

Mengapa kau bersinar terang
Dalam kerlipan malamku
Mengapa kau berwarna warni
Dalam pelangi senduku
Mengapa kau menyanyi merdu
Dalam alunan sunyiku
Mengapa kau adalah kau

Bintang kecil yang berkelap kelip
Kau menghias gelapku yang tiada tara
Mengapa kau tersenyum jauh disana
Kau..
Yang ingin ku raih namun tak sampai..
Bintangku..
Takdirku padamu adalah jarak ratusan tahun cahaya..
Akan kusimpan rapat2 cinta..
Pada rindu yang tak terkira..



Ciel, 17 Juli 2015

Minggu, 30 Juni 2013

Tomodachi no "Yume Mitai ni"


Terkadang ketika ingat seseorang, kita jadi ingin seperti orang itu.
Merasakan apa yang dia rasakan.
Mencoba memikirkan apa yang dia pikirkan.
Apa itu yang disebut ‘manusiawi’?
Terkadang ingin rasanya bisa meraihnya, seseorang itu.
Berada di dekatnya sekaligus membentangkan jarak.
Dekat itu di hati.
Ya, di hati.

Sering bertanya, “kenapa?”
Manusia yang ditakdirkan bertemu.
“Kenapa aku bertemu denganmu?”
Seperti rumah, itulah dunia.
Dengan kunci apa seseorang bisa memasukinya.
Mereka punya jawabannya masing-masing.
Seperti dia dan saya, yang tak pernah, mungkin tak akan pernah bisa saling meraih.
Tapi dengan banyak halangan yang membentang diantaranya, kunci itu telah kami temukan.
Bagian dari dirinya yang mungkin hanya sedikit, juga sedikit ruang dari duniaku.
Membaginya tanpa kata.
Memasukinya melalui pintu yang hanya kita yang tahu.
Mungkin seperti itulah, hanya sebatas inilah.
Karena mungkin memang kebahagiaan dan hal yang sangat berharga ini, selamanya..
Selamanya tidak akan bisa tersampaikan dalam kata.

Minggu, 24 Maret 2013

It won't end

It won't end
It will never end

The bond that ever touched will never gone
Even so many time I try to tying, it will going to saturated point
But it will never end, right?
I don't care if you thought no
Like season that must change, it was life going on

It may be fading sketch and will never fixed again
But for real that we ever be a friend, it can't be denied

May be it is the final
It wound me so hurt just like the past did
But I still want to trust
Friendship won't end

Let us break at moment
But I want going straight
I am really tired to run
I must face reality
even nobody will scream with
I know you still can hear
My last chance, toward the sky

Ciel, March 2013
Last forever since we make a friend

Selasa, 04 Desember 2012

Daisuki, minna~

Sebenarnya yang membuat semua ini begitu semu adalah perbuatan kita. Ah, bukan. Hanya perbuatanku kurasa.
Yang tahu hanya diriku sendiri. Tentang "role play" yang sering kumainkan sedari aku kecil. Bahwa aku lebih suka bermain dengan diriku sendiri, tenggelam dalam pikiranku sendiri, dalam perasaanku sendiri. Dibanding bermain dengan teman-teman yang benar-benar hidup di sampingku. Dalam kehidupan nyataku. Namun itu sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Aku sangat senang berteman dengan mereka, hanya aku selalu memiliki rasa takut. Takut atas pengkhianatan, takut atas kehilangan. Sehingga aku selalu memberi segumpal jarak pada setiap orang. Agar tidak begitu menyakitkan jika terjadi sesuatu terhadap kami. Namun hal itu justru membuatku semakin merasa sendiri. Dan membuatku semakin tenggelam dalam-dalam atas dunia imajiner yang senantiasa kuciptakan. Aku berkutat dalam permainan yang kubuat sendiri. Bermain role play, menjadi sosok apapun yang kukehendaki.
Meski hal itu telah terjadi bertahun-tahun silam. Meski keberadaan teman, kawa, dan sahabat disampingku telah begitu nyata kurasa. Namun kurasa role play itu tak sepenuhnya hilang. Apa benar jika Tuhan menciptakanku bersama dunia kesemuan. Di usiaku yang sekarang bahkan. 'Jika kau ada maka aku tahu ada yang salah dengan diriku'. Itu kataku padamu waktu itu. Dan betapa lihai aku menciptakan kamuflase dengan menciptakan role play itu di kehidupan nyata. Aku menjadi begitu dekat dengan beberapa orang karena role play yang kumainkan. Apa ini juga semu? Aku tak pernah tahu jawabannya. Namun, karena kutahu bahwa sebenarnya kalian adalah nyata, aku begitu senang dengan keberadaan kalian. Meski aku tak pernah benar-benar bisa melihat kalian, menyentuh kalian, atau berbicara dengan kalian. Dream is create your imagination into reality. Namun aku sendiri tak memahami apakah ini adalah mimpi juga. Ketika aku memiliki kalian. Orang-orang yang begitu berharga dalam hidupku. Meski aku tak benar-benar memiliki kalian. Semua ini adalah semu, namun semua ini adalah nyata. Itu bagian terpenting yang membuat ikatan ini begitu berarti. Aku tak akan pernah bisa menyampaikan. Tapi aku senang. Aku bahagia. Aku merasa beruntung kalian ada di sampingku saat ini. Dan sekali lagi mungkin aku tak akan pernah bisa menyampaikannya. Betapa berharganya kalian. Betapa berartinya kalian di hidupku. Dan kata-kata pun tidak akan pernah cukup. Tapi.. terima kasih. Arigatou, minna~
Aku akan selalu mengingatnya "Aku berharap kau mendapatkan teman yang baik dalam kehidupan nyatamu, Ciel. Aku berharap kau pun menemukannya. Seseorang yang benar-benar ada di sampingmu."
Aku akan berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi. Aku akan hidup dengan positif. Aku akan menunjukkan betapa cerianya hariku, betapa cerahnya langitku. Sehingga tiba hari ketika hanya kebahagiaan yang aku bagi bersama kalian. Sehingga kalian tak perlu lagi mendengar cerita sedihku.
Karena kalian aku ada disini, bertahan di titik ini. Meski aku bukan siapa-siapa. Meski kalian bukan siapa-siapa. Namun harga dari apa yang telah kita saling utarakan tak akan pernah bisa diganti dengan apapun. Daisuki minna san~ ^^

Connection

Ketika aku melihatmu dari jauh aku lega karena kulihat kau tampak baik-baik saja. Meski aku tak perlu menyapamu lagi, tak perlu berbincang panjang denganmu lagi. Syukurlah, kau baik-baik saja.
kau memiliki teman-teman yang menyenangkan. Kau benar-benar bergerak maju, sahabatku. Aku sungguh senang melihatnya. Kau tahu setiap kali aku membayangkan betapa bahagianya dirimu saat ini aku selalu mengingat senyum yang kau kembangkan setiap kali di hadapanku. Dan kau tahu setiap kali mengingatnya tanpa sadar aku pun ikut tersenyum. Yokatta, semua baik-baik saja untukmu.
Ada hal yang selalu ku takutkan ketika dulu kita berpisah. Yaitu tentang kenangan kita. Aku sangat menyayangimu, sahabatku. Sangat menyayangimu. Kau, tahu betapa beruntungnya aku karena mengenal orang sepertimu. Aku sangat bahagia karena kau adalah temanku. Meski tak banyak hal yang sempat kita bagi. Meski waktu itu berjalan begitu singkat. Meski perpisahan kala itu tiba begitu cepat. Namun hati kita sungguh telah tertaut.
Dan kau tahu, sahabatku. Hingga kini aku masih hidup dengan bayangan masa lalu. Tentu saja tak akan ada yang bisa menggantikanmu. Tak akan pernah ada. Aku tak sehebat dirimu, teman. Jika kau tahu, aku begitu sering merasa sepi. Aku tidak berteman dengan baik disini. Namun bagaimanapun dengan caraku sendiri aku telah menemukan teman-teman baru. Namun tetap saja ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang pergi bersama masa lalu.
Kini, aku tak terlalu peduli terhadap diriku. Kulihat kau telah bahagia disana. Dan aku akan senantiasa berdoa untukmu, sahabatku. Aku pun akan berjuang. Aku akan berusaha menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi. Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dengan kondisi yang berbeda. Dan akan kupastikan bahwa aku akan menjadi manusia yang lebih baik, sahabatku. Seperti yang selalu kita lakukan dulu. Mengucapkan kata "SEMANGAT!" untuk satu sama lain. Aku akan berusaha bergerak maju. Meski menyakitkan. Meski tidak mudah berdiri membelakangi masa lalu. 'Kau bisa percaya padaku'. Aku akan mengatakan itu padamu. Meski aku ragu, meski aku tak yakin terhadap diri ini. Setidaknya ada satu hal yang telah pasti. Aku bahagia melihatmu bahagia. Aku akan selalu merindukanmu, dan tak sabar bertemu denganmu. Uhibbuki fillah..

Selasa, 16 Oktober 2012

Tetesan Rindu

Jangan pernah berharap dia menoleh ke belakang

Aku hanya berdo'a agar dia baik-baik saja

Kutitipkan salamku pada embun pagi yang hampir mengering
Juga rinduku pada cahaya matahari senja yang mulai padam

Tanpa membuka topengku, kau telah mengetahui bahwa itu aku

Dalam wajah tanpa ekspresimu aku merasakan kehangatan yang kau tawarkan
dan langit duniaku pun tersenyum oleh hadirmu

Matamu yang selalu melihat lurus ke depan

Terima kasih kepada takdir yang membuatku mengenalmu

Senin, 24 September 2012

Sang Pemindai Langit

Duhai Sang Pemindai Langit, apa benar kau telah menerima pesan dariku? Dan hanya ini yang bisa kusampaikan, lautan perasaan yang tak mampu tertuangkan dalam kata. Dan jika kau benar Sang Pemindai Langit, tentu saja kaulah orangnya, maka pesan ini memang untukmu. Hanya untukmu.

Aku tak pernah tahu sejak kapan pita kuning ini ada. Warna yang menghangatkan. Sehangat senyuman matahari pagi. Dan aku tak pernah tahu sejak kapan langit kita terhubung. Sehingga seluruh dimensi luluh lantak. Hilang. Musnah. Sehingga yang ada hanya langit kita. Langit yang selalu berwarna. Bukan kelabu atau merah. Tapi Biru. Biru yang jernih.

Duhai Sang Pemindai Langit, apa benar itu kau? Dan jika iya, dan tentu saja memang kau, maka hanya kau. Hanya kau yang mampu masuk tanpa mengetuk. Hanya kau yang mampu membuatnya terbang tanpa melayang. Dan hanya kau yang mampu membuatnya nyaman tanpa sentuhan. Apa kau tahu apa yang membuat semua ini bertahan? Karena satu hal, duhai Sang Pemindai Langit. Karena aku percaya pada Harapan.

(Ciel, 20.09.2012 / 12.19)
.:hanya Aku dan Kau:.

Jumat, 24 Agustus 2012

Seperti Manusia

menjelang terbenam..
semerah saat terbit, begitu indahnya matahari..
sebenarnya langit tidak seindah ini kan?
ini semua hanya kamuflase..
langit itu pekat dan kelam..

seperti manusia,
jika tidak tersentuh oleh cinta dan persahabatan,
manusia hanyalah makhluk yang penuh kegelapan..
meski jika cinta dan persahabatan hanya ilusi,
itu membuat hidup manusia lebih indah bukan?

Jarak

Ternyata benar...
yang tampak dari langit hanyalah masa lalu...

Matahari yang kau lihat,

adalah matahari dari 8 menit yang lalu...

Dan bintang-bintang yang kulihat,
adalah bintang dari masa ratusan tahun yang lalu...

Mintaka, Alnilam, Alnitak...

Sabuk Orion itu...
Ketika kita melihatnya saat ini sebenarnya kita sedang melihat 3 bintang dari 3 masa yang berbeda...
Mintaka yang kita lihat adalah Mintaka 900 tahun cahaya yang lalu...
Alnilam yang kita lihat adalah Alnilam 1.359 tahun cahaya yang lalu...
dan Alnitak yang kita lihat adalah Alnitak dari 800 tahun cahaya yang lalu...
cahaya yang melewati hitam pekatnya dimensi hampa udara menembus lensa di mata kita...
dalam retina yang seolah mereka hanyalah bintik cahaya yang tak jauh berbeda,
kini...

Padahal seakan-akan langit selalu menjanjikan harapan,

ketika kita menatap ke arahnya..
Padahal yang kita lakukan selama ini hanyalah menengok masa lalu...
Mereka yang sejatinya tak pernah pergi namun melekat erat dalam kehidupan manusia...

Lantas jika aku katakan aku adalah langit,

maka aku hanyalah makhluk dari masa lalu yang tak jelas masa depannya...
Apa yang kita lihat hanya ilusi tentang langit...
Ilusi tentang masa depan yang selalu menunjukkan warna yang berbeda...
Dia hanya menipu kita dengan menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya...

Sama seperti ketika aku melihat Altair, Vega, dan Deneb...

Altair yang berasal dari 17 tahun cahaya yang lalu...
Vega yang berasal dari 26 tahun cahaya yang lalu...
dan Deneb yang dikirim dari 1500 tahun cahaya yang lalu...

Segitiga musim panas itu...

mereka lahir dari zaman yang berbeda...
karena itu kisah persahabatan summer triangle hanyalah ilusi...
Sekali lagi, langit menipumu dengan harapan-harapan palsu...

Mungkin hanya aku yang sebenarnya tidak bisa memahami perasaan langit...

Mungkin memang persahabatan kami hanyalah ilusi...
sebagaimana perasaanku yang sebenarnya tak pernah mencapainya...
sehingga ada ruang kosong diantara aku dan dirinya...
sesuatu yang kusebut 'jarak'...

Senin, 06 Agustus 2012

Lonely


“Alone… being alone is lonely, being alone is painful” --Natsume Takashi (Natsume Yuujinchou)

Sendiri...
Sunyi dan Sepi adalah 2 hal yang berbeda,

kesendirian...
kesunyian...
kesepian...

“Language... has created the word "loneliness" to express the pain of being alone. And it has created the word "solitude" to express the glory of being alone.” --Paul Tillich

"Why do we feel so alone anytime?" --Aqua Timez

the truth is,
“We're born alone, we live alone, we die alone. Only through our love and friendship can we create the illusion for the moment that we're not alone.” --Orson Welles

menurutmu apakah benar itu hanya ilusi?
"Kau memang tidak pernah melihat dunia ini seperti apa adanya. Karena dunia yang kau lihat sekarang adalah dunia yang ada di kepalamu. Yang kau lihat melalui kacamata persepsi."

menyedihkan.
“When we truly realize that we are all alone is when we need others the most” --Ronald Anthony

Tomodacchi.

"Teman", kata itu...
aku memutuskan untuk mempercayai kata itu sepuluh tahun yang lalu.

“It is strange to be known so universally and yet to be so lonely.” --Albert Einstein

Dulu, aku menganggap 'Being friend is a fake'.
Berteman hanya untuk sebuah kepentingan.
Aku, aku mulai mengerti bagaimana pengkhianatan itu.
“People drain me, even the closest of friends, and I find loneliness to be the best state in the union to live in.” --Margaret Cho

Betrayal... Disguising...
I hate both.
Aku membenci dunia ketika itu, dan mulai menciptakan dunia baru.
Fantasi... Semu...

tapi setelah aku sadar bahwa 'Fantasy is the true fake', aku mulai meninggalkan semua itu.
dan aku menyadari how selfish I am.
Teman.
Aku mulai belajar untuk mempercayainya lagi.
Mempercayai kata itu.

Sudah sepuluh tahun, dan kesepian itu masih kerap datang...
Tapi, aku percaya.
Aku berusaha mempercayai kalian.

Aku bertemu kalian...
Itu adalah suatu hal yang telah digariskan bukan?

Namun kurasa aku tak pernah bisa melepaskan diri dari suatu kesendirian.
Ia mungkin telah memberi andil dalam membentukku.
Ciel, who I am now.

Menulis juga merupakan bentuk kesendirian.
“Writing a book is a very lonely business. You are totally cut off from the rest of the world, submerged in your obsessions and memories.” --Mario Vargas Llosa 

Aku selalu takut kalian memasuki duniaku, lantas kalian akan membenciku.
I am the one who disguising the world.
I am the one who lying.
even I was lying to my self.
“It's so lonely when you don't even know yourself.” How pathetic, right?

Namun kata itu tak selamanya buruk.
Terkadang aku terlalu menyukainya.
Like of being alone. Is that true?
Mungkin ini bentuk 'my disguising', just for cheering me up, maybe... even I can't understand.

“Loneliness adds beauty to life. It puts a special burn on sunsets and makes night air smell better.” --Henry Rollins
Aku menemukan sisi lain dunia dalam kesendirian.
Aku tertaut pada langit, pada bumi, pada udara, bahkan kepada pikiranku sendiri.

I am a quite strange girl.
Biasa disebut aneh, membuatku benar-benar merasa diriku aneh.
Berbicara kepada langit, tersenyum kepada gerimis, menari dalam hujan.
"Dunia, aku bersamamu", mungkin itu suara hatiku.
Mereka adalah teman yang paling setia.
Mereka tak pernah protes,
meski aku memaki, mengumpat, marah, menangis.
Namun mereka juga tak pernah ikut tertawa jika aku bahagia.
Oops, salah! Tentu saja aku bisa melihat dunia tersenyum bersamaku.

Ketika aku melihat langit bersinar, aku tahu bahwa dia sedang menyapaku.
Ketika melihat langit mendung, aku tahu dia sedang ingin bermain bersamaku.
Ketika dia mulai menurunkan hujan, aku tahu dia sedang menghiburku.

But, the real friend only lives in the real world.
I found you.
Itu adalah kalimat yang menyenangkan.
Yang membuat mataku basah namun bibirku tersenyum bahagia.

“The person who tries to live alone will not succeed as a human being. His heart withers if it does not answer another heart. His mind shrinks away if he hears only the echoes of his own thoughts and finds no other inspiration.” --Pearl S. Buck

Yah, bagaimanapun,
bahkan walaupun pertemanan hanya ilusi,
being lonely is the worst thing of the world.
I just want to together with others.
With you...

“To the world you may be just one person, but to one person you may be the world.” --Brandi Snyder
That's true. Somebody even is the one who really precious in my life. My real life.

“Even though we've changed and we're all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we'll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we're not all still friends.”
ikatan yang kukenal itu membuatku percaya bahwa 'Being alone or not is a choice'. Even it is just an illusion, i will lie to my self that friendship is present.

Kamis, 02 Agustus 2012

Seseorang

seseorang yang ketika kau di sisinya kau akan merasa nyaman...
bahkan hanya dengan melihat senyumnya saja kau akan merasa bahagia...

benar sekali kalau perjumpaan setiap manusia adalah takdir...
takdir yang akan membawa kita ke takdir-takdir berikutnya...
seperti sebuah rentetan cerita...
atau episode dalam film...
jika satu takdir tidak terpenuhi akan mengubah takdir setelahnya...

dan pertemuanku denganmu adalah keniscayaan...
matahariku...

Teman dalam Anime


"Teman adalah orang yang menyelamatkanku dari neraka yang bernama kesepian" - Naruto Uzumaki

"Teman adalah harta karun yang paling berharga" - Luffy

"Untuk menjadi Teman itu tanpa syarat" - Gon (Hunter X Hunter)

"Persahabatan selamanya dan tak akan pernah terlupakan" - Patrick Star 

"Membantu saat teman kesulitan. Di buku tertulis, itulah teman sejati" - Sai

"Aku Menganggapmu sebagai temanku.. Dulu teman hanyalah sebuah kata bagiku, tidak lebih dari itu. Tetapi setelah bertemu denganmu, aku mengerti bahwa kata itu sangatlah penting" - Gaara

"Saat dimana kau merasa aman di dekat seseorang, artinya mereka sudah seperti teman" - Mr. 3 (One Piece)

"Teman adalah kekuatan" - Patrick Star 

"Persahabatan adalah Merasakan kehangatan satu sama lain. Jika persahabatan hanya berdasarkan kenyamanan dan hati yg keras bagai baja, kau tidak akan merasakan kehangatan itu" - Sonoko Suzuki

"Impian itu, kalau kau punya sahabat dan kau bisa berbagi kebahagiaanmu dan merayakannya bersama-sama" - Ueki

"Keren itu adalah orang yang mempercayai teman dan tidak akan berkhianat" - Shinichi Kudo

"Teman memang untuk melengkapi bagian yg kurang, tapi bukan untuk di manfaatkan" - Ueki

"Jika kau terluka, lalu aku akan membantumu!Jika kau tak bisa bergerak, lalu aku akan menggantikanmu bertarung!Jika kau menderita, lalu aku akan menanggung penderitaanmu!Kita teman, kan?!" - Kuchiki Rukia to Kurosaki Ichigo

A genuine friend cares without condition, gives without hesitation, understands without explanation, and remembers even without communication

Hana - Orange Range

For my friends…
And especially for my accompanions…my best friend
I say “Arigatou” to you all

This is…
HANA (Flower/Bunga)
Song by : ORANGE RANGE


Romanji :

Hanabira no youni chiriyuku naka de
Yume mitai ni kimi ni deaeta KISEKI
Aishiatte KENKA shita
Ironna kabe futari de norikoete
Umare kawatte mo anata no soba de hana ni narou

Itsumade mo aru no darou ka ORE no maue ni aru taiyou wa
Itsumade mo mamori kireru darou ka naki warai okoru kimi no hyoujou wo
Izure subete nakunaru no naraba futari no deai ni motto kansha shiyou
Ano hi ano toki ano basho no KISEKI wa
Mata atarashii kiseki wo umu darou

Aisuru koto de tsuyoku naru koto shinjiru koto de norikireru koto
Kimi ga nokoshita MONO wa ima mo mune ni hora kagayaki ushinawazu ni
Shiawase ni omou meguri aeta koto ORE no egao torimodoseta koto
"Arigatou" afureru kimochi idaki susumu michinori

*Hanabira no youni chiriyuku naka de
Yume mitai ni kimi ni deaeta KISEKI
Aishiatte KENKA shite
Ironna kabe futari de norikoete
Umare kawatte mo anata ni aitai

**Hanabira no youni chitte yuku koto
Kono sekai de subete uke irete yukou
Kimi ga boku ni nokoshita MONO
"Ima" to iu genjitsu no takaramono
Dakara boku wa seiippai ikite hana ni narou

Hana wa nande kareru no darou
Tori wa nande toberu no darou
Kaze wa nande fuku no darou
Tsuki wa nande akariterasu no

Naze BOKU wa KOKO ni iru n darou
Naze KIMI wa KOKO ni iru n darou
Naze KIMI deaeta n darou
KIMI ni deaeta koto sore wa unmei

(*REPEAT)
(**REPEAT)

Ame agari niji kakari ao arashi ni umareshi hikari
Koko ni yuruginai taisetsuna mono
Kidzuite'ru "aisuru" to iu koto
Mada arukeru darou? mieteru n da mou
"Omoi" toki wo koe toowa ni hibike
Kimi no yorokobi kimi no itami kimi no subete yo
Saa saki hokore motto motto motto






Indonesia:

Semua hal yang ada di sekitar kita seperti kelopak-kelopak bunga yang bertaburan
Rasanya layaknya keajaiban bisa bertemu denganmu, seakan ini semua adalah mimpi
Saling menyayangi, terkadang saling bertengkar
Kita lakukan segala sesuatu bersama-sama
Bahkan di kehidupan selanjutnya, aku akan hidup sebagai bunga di sisimu

Akankah matahari selalu berada di atasku?
Akankah aku selalu bisa menjaga tawa, tangis, dan wajah marah yang kau buat?
Bila semua ini akan berakhir suatu hari nanti
Kita pasti akan kehilangan saat-saat ketika kita saling bertemu untuk pertama kali, suatu hari yang penuh keajaiban
Pada waktu dan di tempat itu, terlahir suatu jalan kehidupan baru

Menjadi lebih kuat melalui rasa cinta
Mengatasi segalanya melalui kepercayaanmu padaku
Semuanya masih disini, di hatiku
Lihatlah, ia tidak hilang ia malah bersinar
Aku memikirkan sesuatu dengan bahagia
Bahwa kita saling menemukan satu sama lain
Sehingga aku bisa memperlihatkan senyumku atas rasa ”syukur” ku yang tak terkira
Hingga aku pun mempercepat langkahku

* Semua hal yang ada di sekitar kita seperti kelopak-kelopak bunga yang bertaburan
Rasanya layaknya keajaiban bisa bertemu denganmu, seakan ini semua adalah mimpi
Saling menyayangi, terkadang saling bertengkar
Kita lakukan segala sesuatu bersama-sama
Bahkan di kehidupan selanjutnya, aku ingin berjumpa denganmu

**Aku akan menaburkan bunga-bunga
Aku akan menerima walaupun seluruh dunia melawanku
Kau meninggalkanku dengan harta yang nyata yakni ”disini dan kini”
Sehingga aku menjalani hidup sebaik mungkin dan menjadi sekuntum bunga

Mengapa bunga-bunga menjadi layu?
Mengapa burung-burung bisa terbang?
Mengapa angin bertiup?
Mengapa bulan bersinar?

Mengapa aku ada?
Mengapa kamu ada?
Mengapa aku bisa menemukanmu?
Ini semua adalah takdir bahwa aku berjumpa denganmu

(*REPEAT)
(**REPEAT)

Hujan menampakkan pelangi di angkasa
Cahayanya terlahir melalui angin musim semi yang berhembus kuat
Aku pun sadar akan sesuatu yang berharga dan keteguhan hati yang dinamakan ”cinta”
Bisakah aku menjaganya? Aku bahkan bisa melihatnya sekarang
Perasaanku akan berlangsung sangat lama dan menggema sepanjang waktu
Kegembiraanmu, kepedihanmu, dan semua milikmu
Berlanjut dan berkembang makin besar, makin besar, dan makin besar lagi

Jumat, 18 Mei 2012

Arigatou

Saya takut sekali... jika suatu hari nanti langit itu meninggalkanku...
Saya sangat memahami bahwa hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan...
Tapi kurasa sungguh berat berjalan tanpa orang yang kita sayangi...
Mungkin dia benar...

Mungkin memang selama ini aku tanpa kusadari telah lari dari kenyataan...
Mungkin tanpa kusadari pula aku telah memvonis buruk pada dunia ini...
Karena itu aku tak bisa berhenti tenggelam dalam dunia antah berantah ini...

Aku pun tak tahu lagi sebenarnya siapa yang lebih penting...
Sejak dulu aku terbiasa menjauhi realita...
Memunggunginya menuju ke arah yang berlawanan...
Terbiasa dengan seseorang yang sebenarnya tidak pernah kukenal, atau mungkin sebaliknya, dia yang tak mengenalku...
Namun kita saling membagi satu sama lain...
Ya, tidak ada batasan diriku harus seperti apa...
Kalian selalu menerimaku, begitulah yang kurasa...
Aku merasa jauh lebih dekat dibandingkan jika kalian ada di sisiku...
Namun sebenarnya aku hanyalah makhluk yang selalu kesepian...
Karena seperti yang sering kukatakan, sebenarnya kalian tidak pernah benar-benar ada...
Sedangkan di sampingku, mungkin banyak yang mengabaikanku,
namun aku percaya ada orang-orang yang menyayangiku...
Menyayangi dengan tulus...
Dan aku pun menyayangi mereka...

Sejujurnya aku lebih takut jika mereka yang benar-benar pergi...
Namun orang yang terbiasa kesepian ini, lebih takut lagi jika jarak yang kita buat terlalu dekat...
Karena akan terlalu banyak luka yang didapat...
Suatu pemikiran yang tidak lazim, mungkin...

Entahlah, kenapa aku tidak bisa berpikir sederhana saja...
Apa mungkin 'ikatan' itu suatu kata yang begitu rumit...
Tapi aku benar-benar takut jika mereka pergi begitu saja...
Bagaimana jika suatu saat nanti aku terlanjur mencintaimu, namun pada akhirnya kita akan terpisah juga...
Karena aku sangat takut pada perpisahan, maka aku takut untuk mencintai, dan aku takut untuk dekat dengan siapapun...
Ya... pada akhirnya aku tetaplah makhluk yang terlahir untuk sendiri dan kesepian...
Namun ikatan dan persahabatan itu tetaplah menjadi permata yang begitu indah...
Seperti bintang-bintang yang tetap bersinar di tengah langit malamku...

Padamu yang mencintaiku dengan tulus, aku sampaikan terima kasihku...

You see me... I'm different than other... even you never see me... I'm just the me who standing there alone...

Minggu, 22 April 2012

Anata wo oboetetai


Apapun yang telah terjadi, Ciel sangat senang berteman dengan kalian...
Ciel sangat paham bahwa tak mungkin Ciel bisa ada disini, dan seperti sekarang ini tanpa kalian...
Boleh dikata kalian terlalu berharga...
Kalian mungkin tidak memiliki hubungan apapun denganku dalam dunia realita yang sangat berbeda dengan cyber disini...
tapi tak ada yang bisa mengalahkan kekuatan hati untuk membuat kita terikat entah dengan cara yang tidak bisa kupahami...
Atau mungkin sebenarnya kita memang telah ditakdirkan bertemu untuk suatu ketentuan yang tidak terduga suatu hari nanti...
Aku yang banyak kekurangan...
Aku yang lemah dan memiliki banyak khilaf...
Aku dengan kerumitanku... atau terkadang dengan kesederhanaanku... atau mungkin dengan kepolosanku...
atau tercipta kekesalan, kemarahan, rasa benci ataupun sayang, cinta, dan rindu...
Jika pada akhirnya nanti pertemuan ini telah mencapai ujungnya, sebenarnya aku telah siap untuk dilupakan...
karena kenangan yang terlahir pun akan percuma...
hanya akan mencipta tangis kerinduan...
Jika kalian membenciku akhirnya, aku akan mencoba untuk tidak keberatan...
biarlah... biarlah terlupa akhirnya...
oboetenai... oboetenai...
Tapi tenanglah, kalian boleh lupa... kalian boleh benci...
tapi Ciel sepertinya tak bisa...
ya, Ciel tak akan bisa lupa...
Ciel telah berusaha, namun itu hanya menambah luka...
aku masih ingat ketika kita bertemu, ketika kita bercerita, ketika saling berkeluh kesah, ketika saling bercanda...
ya, tawa itu, tangis itu, khayalan-khayalan itu, impian itu, ketertarikan itu, kesamaan itu, kemiripan itu...
Anata wo oboetetai... oboetetai...

AKU SAYANG KALIAN!!!

Minggu, 08 April 2012

Tentang seseorang (2)

Tentang seseorang (2)

Aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya dan dimana harus memulainya. Namun satu hal yang pasti Ciel hanya ingin mengatakan bahwa kau begitu berbeda.

Aku tak tahu sejak kapan dimulai, meski aku menyadari sejak dulu kau sebenarnya tak pernah ‘jauh’ dariku. Aku menyadarinya baru saja, kau tahu. Karena dulu aku benar-benar mengabaikan dirimu. Hahaha, maafkan aku. Yang jelas aku sangat berterima kasih karena kau selalu hadir di saat yang genting di dalam hidupku. Bukan hanya membantuku dari luar, tapi benar-benar berada di sampingku.

Dan maafkan aku karena baru memperhatikanmu. Aku juga tak tahu kemana saja aku selama ini sehingga tidak melihatmu. Sekali lagi, maafkan aku!

Aku hanya tahu dari seseorang betapa kau menghargaiku sebagai sahabatmu. Hm, mungkin sejak itulah aku mulai respek padamu. Mungkin koneksi diantara kita tidak berjalan dengan cepat. Mungkin itulah yang dinamakan aliran lambat, tidak perlu terlalu cepat, bisa-bisa malah terjadi korsleting, hehe. ^^

Mungkin ini bukan yang pertama, dan aku baru saja mengingatnya, bahwa dulu kau juga pernah membantuku pada masalah yang sama. Huwooo, arigatou gozaimasu!!!

Apa kau ingat ketika masa itu kau tampak begitu peduli padaku. Kau tahu, tak pernah aku mendapatkan kepedulian yang semacam itu. Aku sangat berterima kasih. Namun aku masih tak mengerti kenapa kau melakukannya kala itu. Ingin mencari teman senansib kah? Hahaha, aku hanya bercanda. Aku percaya kau tulus. Itu saja. Karena satu hal yang ku tahu. Kau memang baik.

Kita sering sekali dipertemukan oleh takdir secara tidak sengaja. Itu selalu membuatku ingin tertawa jika mengingatnya. Termasuk hingga kini. Dalam kisah yang begitu menyedihkan. Mungkin ini klimaks ceritanya. Mungkin saja. Atau sebenarnya ini belum mencapai klimaksa sama sekali, aku pun tak mengerti.

Namun tahukah kau, untuk kali ini saja, begitu susah bagiku untuk menyampaikan perasaanku. Bahkan hanya dengan mencoba saja begitu susah. Bahkan terkadang aku berpikir biarlah ini menjadi simpananku sendiri saja. Aku benar-benar tak bisa melakukannya. Padahal aku tahu kau pendengar yang baik. Terlalu baik malah. Terkadang kau mendengarkan saja cerita-ceritaku yang membosankan itu. Yang bahkan kau tak mengerti sama sekali.

Tahukah kau, telah banyak yang kuceritakan padamu. Telah banyak perasaan yang kucurahkan tentang ini dan itu yang mungkin tak kuceritakan kepada orang lain sebaik ceritaku padamu. Atau memang sebenarnya hanya kamu lah yang tahu tentang cerita itu. Hahaha. Mungkin saja. Telah banyak hal yang kubagi, namun tentu saja belum semuanya.

Kau mungkin memiliki banyak teman, namun aku tidak. Mungkin karena itu kau tampak begitu berbeda. Namun mungkin karena itulah aku merasa menjadi terasing kembali. Hm... aku mungkin hanya teman yang tak berbeda dengan temanmu lainnya. Karena itu, sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa kau berharga bagiku.
Seperti itulah nasib kaum introvert. Aku hanya bisa menertawakan diriku yang pengecut. Tetap sebagai Ciel yang pandai menyembunyikan perasaannya. Yang terjadi seakan tak pernah ada sesuatu.

Kisahku denganmu adalah kisah baru yang belum pernah kudapatkan sebelumnya. Dan aku pun tak tahu bagaimana kisah ini akan berujung. Namun sebagaiman suatu kisah pasti akan sampai pada ujungnya. Suatu kisah pasti akan berakhir. Karena itu sebelum lebih jauh lagi, aku ingin pergi perlahan. Karena Ciel telah sering mengalami fase kehilangan, biarlah kali ini rasa itu tidak hadir secara menyakitkan. Terima kasih untuk persahabatan yang indah ^^

Jika dia adalah matahari maka kau adalah bulan...

Tentang seseorang (1)

8:42, di ruang keluarga dengan Yuki di pangkuan
Kali ini Ciel ingin membicarakan orang lain...
Haha, pasti kalian bosan karena Ciel terlalu banyak bercerita tentang dirinya ^^
Ups, tapi seperti Ciel biasanya, tentu saja sudut pandang tetap ada di tanganku, sehingga tetap saja kisah ini tentang Ciel, hehe....
****
Dahulu, jauh-jauh tahun yang lalu, ketika Ciel masih kecil, Ciel terbiasa dengan permainan imajinasi Ciel... Hm... begitulah! Disamping memiliki teman sebaya Ciel juga memiliki teman imajiner, dan mungkin dunia imajiner, hahahaha...
Mungkin bukan Ciel satu-satunya orang yang tumbuh dalam imajinasi, mungkin banyak sekali orang di luar sana yang mengalami hal yang sama dengan Ciel. Namun tentu saja itu aneh. Itu tidak biasa. Namun ini rahasia. Iya, rahasia. Ciel kecil tahu betul bagaimana menyimpan rahasia. Ciel kecil sudah memahami bagaimana sakitnya dibohongi. Ia belajar juga bagaimana pahitnya dikhianati. Sehingga ia bersumpah tak akan berbohong dan berkhianat pada ‘teman-temannya’.
Dan Ciel pun beranjak dewasa, dan ia mulai menyadari ada yang tidak benar dengan jalan hidupnya. Rasanya benar-benar salah ketika kau lebih menyayangi dunia khayalanmu daripada hidup di dunia nyata.
Dan Ciel kecil pun dengan ketetapan hati membakar semua memori tentang dunia khayalannya, meski harus dengan berat hati, dengan air mata. Karena sejak kecil, Ciel sudah merasa berbeda. Ya, Ciel hanya ingin tampak normal dan wajar. Ciel hanya ingin berpikir seperti orang kebanyakan, namun ia tak bisa. Orang lain mungkin tak ada yang tahu tentang kisahnya. Karena dia menyimpannya rapat-rapat. Ciel kecil telah belajar bagaimana menahan kesedihan sendirian. Bagaimana menangis tanpa diketahui orang lain. How pathetic! But, no! She’s enjoy her life. Ciel kecil yang berbeda. Yang menyukai yang tidak disukai kebanyakan. Yang berpikir berbeda dengan kebanyakan.
Sejak itu Ciel paham bahwa tidak mudah mencari teman ‘pengganti’ yang mudah memahaminya. Ya, sebenarnya Ciel punya banyak sekali teman. Orang bilang Ciel ‘baik’. Namun tetap saja, Ciel kesepian. Ciel merasa terasing. Hingga suatu hari Ciel mengenal kata sahabat. Ya, akhirnya Tuhan mengirimkan malaikat pengganti dari malaikat-malaikatnya yang telah hilang dikuburnya dalam-dalam.
Meskipun begitu masih susah bagi Ciel untuk mengatakan perasaannya pada orang lain. Ciel tak pernah belajar bagaimana melakukannya. Karena teman-teman khayalan Ciel dulu selalu memahami tanpa Ciel harus berkata banyak. Ia mulai bingung bagaimana berbagi dengan sahabat. Hingga ia pun akhirnya mampu melakukannya.

Tentang seseorang (1)
Dia mungkin bukan yang pertama.
Entah bagaimana aku mengenalnya, dan entah bagaimana dia menjadi begitu istimewa. Huft, itu masih misteri bagiku. ^^
Namun satu hal yang pasti, dia pernah membuat hidupku menjadi terasa sangat ringan dan bahagia.
Bahkan hanya dengan melihat senyumannya atau hanya dengan berada di sisiya kau akan merasa nyaman.
Begitulah kami bersahabat. Kami bersahabat tanpa kata-kata yang panjang. Karena kami bersahabat melalui hati bukan kata.
Namun karena itulah, Ciel tak pernah membagi kisah Ciel padanya. Karena Ciel selalu takut merusak kebahagiaan akan kebersamaan kita. Dia selalu tersenyum dan memberi semangat. Aku selalu menganggapnya seperti matahari diatas langit kehidupan Ciel. She’s my sunshine!
Kita melalui hari seperti air yang mengalir. Begitu saja dan tenang. Dia selalu membawa cahaya yang menghapus gelapku.
Lucunya persahabatan kami begitu canggung. Ya, kalian tahu kan, Ciel bukan orang yang pandai dalam mengekspresikan perasaan Ciel. Hingga kali pertama kuungkapkan perasaan Ciel dan terima kasih Ciel dengan mengiriminya surat. Surat cinta? Mungkin saja. Itu adalah surat cinta pertamaku untuk sahabatku.
Ya, begitulah dalam keseharian Ciel seperti bukan siapa-siapa. Kita seperti berteman pada umumnya. Namun begitulah Ciel. Ciel selalu menjadi orang terakhir yang menunjukkan perasaan Ciel. Sekagum apapun Ciel dengan seseorang, serindu apapun dengan seseorang, sesayang apapun, Ciel hanya bersikap wajar seperti tak pernah ada yang terjadi. Entah darimana sikap itu ada. Mungkin karena Ciel tumbuh dalam dunia ‘rahasia’, sehingga hingga dewasa pun Ciel lebih memilih merahasiakan perasaan Ciel. Namun syukurlah, we are connected, we are linked. Kami benar-benar terhubung oleh chemistry. Dia mampu memahami Ciel tanpa banyak bicara, tanpa banyak sikap. Kami bersahabat dengan indah. Sehingga keindahannya tak mampu Ciel jelaskan dengan kata-kata.
Namun, setiap kisah selalu memiliki akhir. Ciel tak pernah tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Namun takdir memisahkan jarak diantara kami. Kami sedang berjuang di jalan masing-masing. Namun Ciel tak akan pernah lupa bagaimana senyumnya, bagaimana semangatnya yang selalu menuntunku untuk menjadi sosok yang tegar, yang pantang menyerah. Yang Ciel lakukan kini hanyalah percaya. Ya: percaya. Percaya bahwa kita masih saling terhubung. Hanya dengan kekuatan percaya persahabatan itu masih terus mengalir walau tanpa banyak komunikasi *seperti dulu.
Ciel, yang sukar mengatakan perasaannya, berterima kasih pada sosok yang ada disana. You’ll always be my sunshine! ^^